Tangis bangganya hatiku..

Tangis itu bukan hanya karena melihat sigadis kecil yang harus merantau sendiri di negeri orang, tapi juga karena dua orang kakaknya pun akan segera meninggalkan negeri tercinta untuk sebuah cita cita.

Istriku sayang, Anak anak kita kini sudah mandiri, dan rasanya begitulah harapan semua orang tua, namun, sebenarnya hati ini remuk juga saat harus melihat sendiri anak anak kita melangkah tegak menyongsong masa depannya untuk mandiri.

Tangis bangga ini telah membuat airmataku meleleh sepanjang penerbangan 7 jam dari Haneda menuju Cengkareng.

Bagaimana tidak…?! Kini kalian sudah tidak lagi membutuhkan kami, kalian begitu siap untuk melangkah menyambut takdirmu, sementara itu kami terus meratapi kedewasaan kalian dalam kenangan masalalu saat kalian begitu rapuh dan manja, seakan kami adalah pahlawan bagi kalian.

Bangga itu membuat dada terasa sesak, apalagi harus berpura pura tegar dan tak lagi mampu menoleh kebelakang, karena hanya akan membuat tangis semakin keras. Maafkan ayahmu yang ingin terlihat kuat, tak ingin memelukmu lebih lama karena tak ingin membiarkan airmata ini terus meleleh. Biar waktu menjadi pelipur rindu, masih banyak saat saat bahagia nanti yang akan kita lalui lagi, jadikan setiap momentum menyimpan kenangan indah buat kita semua….

Jadilah dewasa… kepakan sayap kalian… terbang tinggi ke angkasa… jadikan setiap prestasimu kebangaan kami… orangtua yang lambat laun akan terus semakin rapuh dan renta.

Ada saatnya kita berpisah untuk bertemu dan mengulangi lagi perpisahan ini seperti tidak ada akhirnya, tapi itulah kehidupan yang akan kalian lalui, saat waktunya tiba, nanti giliranmu juga akan merasakan kisah mengharubiru, seperti ini, walaupun hanya sesaat, namun menjadi kenangan indah dan membanggakan. Sebagai bukti bahwa cinta kita akan terus bergelora dan selalu saling merindukan kehangatan disaat kita semua berkumpul bersama…

Selamat belajar ananda Afina, Irfan dan Shafira…. raih prestasi yang membanggakan…. buat kami terus menangis bangga dan bahagia..!

Advertisements

Inkubasi Bisnis Untuk Pensiunan 

Siang tadi kami sempatkan untuk bertemu beberapa sahabat karib, untuk membicarakan rencana acara HBH alumni Stan83 di Yogyakarta pada tanggal 22-23 Juli 2017 mendatang. Setelah materi utama beres, diskusinya mengalir simpang siur membahas berbagai masalah seolah kita sendiri gak punya masalah… ha..ha..ha… padahal di usia saat ini, hampir dipastikan kita sendiri sudah jadi masalah bagi orang lain…

Ya.. usia di atas 50tahun sudah pasti harus mempertimbangkan berbagai masalah kesehatan sampai masalah produktivitas yang makin merosot, padahal di usia emas seperti ini, banyak rekan rekan yang berada di puncak jabatan dengan pangkat dan penghidupan yang lumayan mapan. Namun pada saat yang sama, kita semakin menyadari bahwa sebentar lagi tiba waktunya untuk pensiun…

Obrolan hangat ini seakan menggugat para karyawan ini untuk mulai mempersiapkan diri menapaki karir baru sebagai pensiunan. Apalagi saat mengenang masa persiapan yang disediakan oleh perusahaan ataupun instansi dianggap kurang memadai. Umumnya persiapan hanya diberikan dalam bentuk persiapan mental dan pelatihan wirausaha yang diselenggarakan dalam waktu singkat setahun sebelum pensiun. 

Belum ada lulusan dari pelatihan semacam ini yang sukses jadi pengusaha kaya, yang ada hanya pensiunan yang beralih majikan, karena sekarang tetap harus kerja jatuh bangun melayani pelanggan yang sama menyebalkan seperti atasan mereka dahulu… hanya saja kali ini, mereka tidak ada pilihan lain…. ha..ha..ha… kalo dulu atasan bisa stress punya anak buah yang gak bisa di atur… nah sekarang  para pengusaha baru ini justru berusaha jadi anak manis agar pelanggannya tetap setia.

Sebagai business owner, budaya sebagai pengusaha tidak serta merta membawa para pensiunan langsung melejit menjadi boss besar yang bisa duduk nyaman dan main perintah sana sini, karena mereka bukan dilatih sebagai pengusaha besar, tapi dilatih untuk bersabar dan menerima kehidupan sebagai pensiunan yang harus hidup sederhana dan menjalani usaha kecil yang rawan bangkrut karena berjuang sendirian. Apalagi seorang mantan pejabat yang sudah biasa jadi bos, tiba tiba harus melayani pelanggan yang pangkatnya tidak lebih tinggi dari supirnya kala itu. 

Lantas produk latihan seperti apa yang dibutuhkan oleh seorang calon pensiunan dan butuh pelatihan berapa lama agar bisa menjadi pensiunan kaya raya dan kerja ringan…?

Bisnis skala besar tidak mungkin dikerjakan sendirian karena pasti akan kekurangan modal, sementara para pensiunan itu sendirian harus berjuang menentukan pilihan investasi dan bisnisnya agar bisa mengantikan penghasilan sebelumnya, atau paling tidak bisa menambah uang pensiun yang nilainya jelas jauh lebih kecil daripada penghasilan saat masih bekerja.

Walaupun anda pernah bekerja diperusahaan/ institusi besar, berapapun uang pensiun yang anda punya hanya akan membuat anda nyaman sesaat setelah pensiun, namun tetap saja kehidupan anda akan lebih rapuh karena kesehatan semakin buruk dan produktivitas yang menurun. 

Nah berangkat dari kondisi tersebut di atas, perlu dipertimbangkan untuk membuat program pensiunan yang lebih terintegrasi dengan bisnis perusahaan. Jadi para calon pensiunan sudah dilatih dan dibimbing sebagai mitra perusahaan dan terus dibimbing selama masa inkubasi agar bisnisnya berjalan sesuai kebutuhan perusahaan. Apalagi tidak semua karyawan siap menjadi wirausahawan…. sehingga seorang karyawan yang memang kurang mampu menjadi pengusaha bisa tetap bekerja dalam sistem yang sudah dibangun sesuai profilenya. Harapannya, mereka bisa secara bertahap mengembangkan diri dengan persiapan lebih panjang  sebelum akhirnya melepaskan diri menjadi bagian dari ekosistem wirausaha yang sedang berjalan dalam inkubasi perusahaan.

Artinya, perusahaan bisa membangun bisnis inkubasi ini sebagai bagian dari vendor perusahaan yang diawaki oleh para calon pensiunan dan pada saat yang tepat para pensiunan bisa tetap berkarya sebagai sub-vendor bagi perusahan dalam bisnis inkubasi tersebut. 

Perusahaan dalam bisnis inkubasi ini sebenarnya merupakan perusahaan afiliasi, mirip dengan koperasi karyawan, tapi bisa saja bentuknya adalah koperasi pensiunan karyawan, atau bentuk lainnya yang memang di alokasikan untuk menjadi bagian dari CSR perusahaan, sebagaimana perusahaan mengembangkan UKM dan kegiatan sosial lainnya, hanya saja kali ini prosesnya melibatkan para pensiunan sebagai mitra kerja dan ujung tombak bisnisnya.

Metode ini tentu akan menguntungkan perusahaan dan karyawan yang akan pensiun, karena setidaknya perusahaan akan memperoleh vendor terpercaya dan karyawan bisa belajar mengkloning vendor sejenis dengan harga lebih murah atau kualitas layanan/produk yang lebih baik. Apalagi jika para calon pensiunan ini juga orang orang yang loyalitasnya tinggi karena mau mendedikasikan seluruh usia produktifnya bagi kepentingan perusahaan.

Perusahaan tidak perlu investasi terlalu mahal, karena perannya hanya menyediakan captive-market, agar perusahaan inkubasi ini bisa berjalan dan berkembang sesuai harapan. 

Selain ide diatas, sebenarnya bisa juga dbentuk satu komunitas pensiunan yang mengintegrasikan seluruh potensi para pensiunan dengan variasi bisnis yang kompleks, menjadi satu ekosistem bisnis yang saling menunjang, sehingga proses bisnis dari hulu ke hilir dapat saling terkait sehingga setiap orang bisa mengisi celah bisnis yang pasarnya juga captive

Tentu saja ide tersebut diatas perlu diuji kelayakannya agar bisa diterima oleh semua kalangan, sekaligus menguji komitmen para calon pensiunan dan pensiunan itu sendiri. Namun faktor suksesnya sangat tergantung pada kemampuan perusahaan menyediakan captive market bagi para wirausahawan tua yang masih perlu inkubasi agar mereka siap bertahan dan merebut pasar baru atau bahkan membantu perusahaan memenangi persaingan dengan cost leadership  tinggi karena dukungan vendor hebat yang di awaki para pensiunan dan calon pensiunan.

Lalu bagaimana kita bisa mulai mengimplentasikan ide ini…?

Bisa saja dengan membagikan tulisan inj kepada para pengambil keputusan, atau mengajak para pejabat yang sebenarnya juga sedang galau menghadapi masa pensiunnya agar mempertimbangkan untuk mendirikan koperasi pensiunan atau membuat affiliate-vendor yang di awaki oleh para pensiunan hebat.

Akhirnya hari makin sore, rasanya waktu gak berdetak… tapi kita harus pulang. Padahal Kang Dadi Budaeri, Apri Hartana, Nofel Hasan, Aris Priatno dan Hesthi Sambodo masih antusias untuk mewujudkan ide tersebut…. walaupun sebenarnya dengan sadar kita sudah mendirikan Yayasan Stan83, yang bisa menjadi inkubator bisnis dengan skala nasional dan berbagai latar belakang minat serta pengalaman. 

Satu hal yang masih menjadi ganjalan: kita semua adalah akuntan yang konservatif dan belum mampu membuka pasar sebagai pemicu bisnis yang mampu menjadi inkubator bisnis yang baik, tapi bisa membuat kebijakan dalam skala nasional karena rekan rekan kita punya pengaruh pada para pengambil keputusan.

Sebenarnya konsep ini sangat mirip dengan pendekatan Japan Incorporation yang membangun industrinya dengan membangun pabrik besar yang disupply oleh perusahaan kecil disekitarnya dengan bantuan peralatan dan pelatihan, sehingga kualitas produk menjadi standar dan kontinuitas produk terjaga.

Selain itu, semua perusahaan besar yang menerapkan pendekatan ini selalu punya keunggulan dan kekuatan untuk menyediakan produk dengan  kecepatan, harga murah, kuantitas dan kualitas sesuai standar yang diharapkan. Walaupun hal ini tidak terkait dengan pensiunan, namun konsep ini mendorong tumbuhnya iklim wirausaha yang berkembang dan menulari banyak orang untuk menjadi pengusaha…. bukan menjadi karyawan yang selalu galau  ketika menghadapi masa pensiun.

Menjadi Direktur Keuangan

Pada pertengahan tahun 2002 sampai pertengahan 2006, saya pernah diberi tugas sebagai bendahara Koperasi Telkomsel (Kisel), padahal saat itu saya tidak ada keinginan untuk mengisi jabatan tersebut, karena saat itu sebagai Pengawas Kisel, saya tahu betul kesulitan yang dihadapi oleh pengurusnya.

Pada waktu itu, baru saja 9 Kisel Regional dari seluruh Indonesia dilebur jadi satu Koperasi Nasional, dimana seluruh aset yang tersisa dan SDMnya disatukan… aset terbesarnya masih dalam bentuk piutang dan setiap bulan sudah harus membayar gaji pegawai yang begitu besar, sementara uang kas dalam keadaan defisit karena jumlah uang masuk masih lebih kecil daripada uang keluar, belum lagi sistem pembukuan masih belum seragam sehingga laporan keuangan  konsolidasi sangat terlambat.

Artinya perusahaan ini sedang sakit, dan tidak ada yang tahu obatnya karena saat itu sistem informasi keuangannya masih terlambat, sehingga keputusan penting akan sulit diambil jika informasinya terlambat.

Satu hal yang membesarkan hati saya adalah, karena saya harus mendampingi Almarhum Wiwik Widagdo dan Almarhum Dedi Sugandi yang saat itu adalah karyawan ex Telkom dengan kedudukan yang cukup berpengaruh, sehingga saya pun merasa dihargai karena bisa mendampingi seorang bos. Saat itu, rasanya bangga juga disetarakan dengan pejabat sekelas beliau, dan dari para pejabat inilah saya bisa belajar dan menyadari bahwa saya punya keunggulan komparatif dibidang keuangan, karena sistem navigasi manajemen masih relatif terbatas, dan saya harus menemukan cara untuk membuat dashboard yang menggambarkan kondisi klinis perusahaan ini.

Disini saya akan jelaskan langkah penting untuk mengelola keuangan perusahaan, untuk menghasilkan dashboard agar proses pengambilan keputusan bisa lebih tepat.

Dari kebutuhan inilah, saya menyusun COA (Chart of Account) yang bagi orang awam terlihat sederhana, namun terdapat sistematika penting yang harus dipahami, dimana setiap produk perusahasn dikelompokan dalam beberapa kategori yang spesifik, sehingga seluruh pendapatan dan biayanya bisa dikaitkan secara langsung, sesuai dengan periode pembukuannya.

Selain itu, informasi ini juga dimanfaatkan untuk menghitung normal operating cycle atau siklus normal dari setiap produk, mulai dari proses produksi, sampai produk tersebut laku dan dibayar lunas oleh oembelinya.

Begitu juga pergerakan arus kas untuk setiap produk/jasa menjadi semakin spesifik dan rinci, sehingga perputaran dan profitabilitas setiap produk/jasa bisa tergambarkan dengan jelas.

Sedangkan untuk produk baru dan sifatnya custom, akan dikelola dalam sistem pembukuan proyek, sehingga setiap proyek bisa diukur perputaran dan tingkat keuntungannya. Apabila proyek tersdbut terus berlanjut dan berkembang pesat, maka proyek tadi bisa dibuatkan kategori baru yang akan dimonitor secara sistematis dalam sistem pembukuan perusahaan.

Manfaat terbesar dari sistem pembukuan ini adalah sbb:

1. Alokasi beban overhead yang proporsional sesuai profitabilitas masing masing produk/jasa.

2. Alokasi anggaran pada produk dengan perputaran cepat dan profitabilitas memadai.

3. Memahami dan mengendalikan biaya yang terkait langsung dengan produk/jasa.

4. Mengenali titik kelemahan/hambatan administratif penyebab macetnya piutang, lambatnya perputaran persediaan  dan kelemahan operasional lainnya.

5. Membantu penetapan harga pokok produk/jasa sekaligus menjadi dasar simulasi kelayakan proyek proyek baru.

6. Memudahkan penetapan target kinerja yang mendorong semua fungsi mengejar target peningkatan pendapatan dan target penurunan biaya.

Semua itu perlu waktu sekitar 8 bulan, dengan memanfaatkan aplikasi MYOB Accounting yg sudah lebih dulu digunakan oleh Kisel Regional Jawa Timur. Aplikasi ini saya pilih karena sudah digunakan oleh salah satu Regional, sehingga lebih mudah untuk diterima oleh seluruh regional lain karena sudah ada implementasinya, dan jika diperlukan, mereka bisa belajar langsung di lapangan. Selain itu proses belajar jafi lebih pendek dan secara teknis semua pelaksana bisa berbagi pengalaman dengan mudah.

Jurus lainnya adalah mempercepat proses pembukuan dengan sedikit merubah tanggal closing setiap tanggal 25 bulan berjalan, kecuali untuk akhir tahun tetap ditutup tanggal 31. Dampaknya sangat penting, karena laporan keuangan bisa terbit tepat waktu setiap tanggal 2, dan dianalisis serta direview tanggal 10-12, selanjutnya dituangkan dalam laporan manajemen yang terbit tanggal 15 setiap bulan di meja para pejabat setingkat GM diseluruh Indonesia.

Kebijakan closing setiap tgl 25 tentu tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, namun merupakan kebijakan praktis agar proses laporan tepat waktu. Selain itu, selisih waktu selama 5 hari hanya mempengaruhi bulan januari yang periodenya jadi lebih pendek, dan bulan desember yang periodenya jadi lebih panjang, namun secara keseluruhan dalam setahun penuh, laporan keuangan tetap sesuai prinsip akuntansi yang berlaku. Lagipula jika diaudit, tetap bisa dijelaskan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara lengkap dan wajar.

Semua upaya ini, tentu sangat membantu proses pengambilan keputusan, karena sistem administrasi sederhana tadi, bisa jadi alat navigasi manajemen untuk menentukan arah bisnis, memangkas biaya, membeli gedung baru dan bahkan menentukan saat yang tepat untuk membagikan SHU dan membayar pajak tepat waktu. Hal ini bisa dilakukan dengan mudah karena arus kas per jenis produk/jasa bisa ditampilkan dengan jelas, lalu bisa di buatkan proyeksinya berdasarkan data historis tahun sebelumnya. Keunggulan inilah yang menjadi kebanggaan saya dalam mengelola Kisel hingga penjualan terakhir saat saya bertugas bisa menembus angka 1Trilyun… dimana saat itu ketua pengurusnya adalah pak Hanes Hendri.

Kesimpulan…

Direktur keuangan harus mampu menampilkan kinerja perusahaan dalam bentuk statistik dan mampu membuat proyeksi kinerja perusahaan yang menjadi target dimasa depan.

Ketepatan waktu pelaporan, menjadi hal penting agar bisa dilakukan analisis yang memadai sebagai salah satu alarm manajemen untuk mengenali permasalahan yang terjadi ditingkat operasional perusahaan, karena laporan yang terlambat akan memberikan alarm yang terlambat juga.

Proyeksi arus kas, adalah salah satu hal penting untuk memastikan bahwa perputaran bisnis dapat terus berlangsung lancar, karena kekuatan kas perusahaan akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk merebut peluang bisnis dan memupuk aset yang produktif.

Sistem keuangan yang terbuka ternyata juga mampu menjamin integritas datanya, karena diawasi banyak orang, serta bisa menjadi alarm terhadap setiap anomali dilapangan, namun begitu ada juga kelemahannya, karena informasi ini menjadi konsumsi pesaing dan bisa disalahgunakan oleh para haters untuk merusak dari dalam.

Pada kasus ini saya mengalaminya, dimana seorang karyawan bernama PS, telah menyebar fitnah dan melaporkannya pada aparat berwajib, seolah terjadi kecurangan pajak. Walaupun hal tersebut tidak terbukti, namun begitu reputasi perusahaan jadi terganggu, apalagi aparat juga melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pejabat yang dilaporkan, dan saya harus menangis karena perbuatan seperti ini membuat hasil kerjakeras yang berbuah baik berakhir dengan runtuhnya kepercayaan manajemen terhadap karyawan. Sejak saat itu sampai sekarang, tidak ada lagi laporan keuangan dan laporan manajemen yang bisa dibaca bebas oleh anggota Kisel, dan sistem alarm manajemen gagal merespon berbagai potensi kecurangan, dan baru mengetahuinya setelah kecurangan tersebut terjadi… sayang sekali ya.

Semoga tulisan ini bermanfaat, terutama bagi Karyawan dan Anggota Kisel agar mereka bisa belajar untuk membangun dan menjaga Kisel…..

Selain itu, saya juga berharap tulisan ini dibaca oleh para direktur keuangan, agar mereka bisa membantu mengendalikan perusahaannya, bukan malah dikendalikan oleh Dirutnya tanpa informasi yang memadai…. (sst…. kalo ini ada pengalaman lain yang akan saya ceritakan pada kesempatan berbeda).

Pensiunan bangkrut…!

Judul artikel kali ini bernada gusar… 

Sebenarnya banyak para pensiunan yang memang gusar menghadapi masa pensiun, apalagi anak masih sekolah dan butuh biaya besar. Ada juga mereka yang menutupi perasaannya dengan mencoba berpikir positif dengan bersyukur dan secara sadar mencoba berdamai dengan kenyataan. Tentu saja hal ini jauh lebih baik karena bisa membantu kesehatan jiwa dan pada akhirnya tubuh juga tetap sehat lebih lama daripada terus mengeluh dan akhirnya sakit berkepanjangan menghabiskan harta dan tabungan. 

Hidup itu singkat, setelah usia produktif kita habiskan mengabdi pada perusahaan besar yang selama ini kita puja, ternyata penghargaan mereka hanya sampai pada uang pesangon saja… dan sekali kali diundang dalam acara ultah perusahaan… miris ya….? Tidaklah… itu belum seberapa… karena setelah itu semua teman baik dan mantan anak buah yang dulunya dekat… belum tentu membantu kita… paling banter nanti kirim ucapan dukacita saat kita wafat .. inna lillahi wa innailaihi rojiuun…

Nah… buat sahabat yang akan pensiun atau sudah pensiun… gak usah cemas, karena sebenarnya semua orang bisa membangkitkan ekonomi rumahtangganya melalui berbagai cara yang mudah dan murah, karena saya sendiri pernah mencoba berwirausaha dan bisa menghasilkan uang berlimpah asalkan mau turun tangan dilapangan sebagai manajer operasional… karena semua bisnis, bisa jalan lancar dan menghasilkan karena ada yang mengurusnya…. dan semua bisnis juga akan bangkrut jika tidak ada yang urus…!

Begitu juga hidup anda akan bangkrut jika anda malas merawat kehidupan ini.

Darimana kita bisa mulai…?

1. Membuat bisnis model 

Coba kenali minat dan kelebihan yang kita punya. Buat daftar keunggulan komparatif dan aset apa saja yang sudah kita miliki. Banyak orang yang punya hobi, mulai dari olahraga, memelihara hewan, fotografi dan bahkan memasak. Apapun itu, tanyakan juga keahlian pasangan hidup kita, anak atau keluarga yang sedang menganggur atau bahkan tetangga disekitar kita yang masih susah hidupnya… coba ajak semuanya bicara tentang harapan dan kemampuan atau aset yang mereka punya… dari situ anda bisa menjadi manajer operasional yang hebat dengan cara membuat sebuah bisnis model skala kecil untuk merekatkan semua keahlian dan aset yang ada menjadi sebuah bisnis. Yaa… bisnis yang serius itu selalu dimulai dari hal hal kecil semacam ini.

2. Membuat proyeksi arus kas

Latar belakang kekuatan semua bisnis ada pada arus kas mereka. Modal kerja paling berharga justru bukan uang, tapi manusia…! Ya… setiap manusia punya tenaga dan akal untuk mengelola bisnis. Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang, dan uang tidak bisa berkembang tanpa manajer operasional yang hebat seperti anda. Manajer yang hebat harus belajar membuat proyeksi arus kas, karena hal ini akan meningkatkan kecerdasan finansial anda. Jika anda belum bisa membuatnya, anda bisa mencari mentor dan belajar membuatnya.

Proyeksi arus kas operasional itu penting karena akan menentukan keputusan anda dalam menentukan pengeluaran yang produktif dan membuat produk/jasa yang profitabel.

Cara membuatnya pun sangat sederhana, tinggal membuat rincian produk/jasa apa yang akan anda hasilkan, berapa banyak, berapa harganya dan berapa lama siklus normalnya (mulai dari awal proses produksi sampai uang diterima tunai). Langkah berikutnya adalah membuat rincian biaya apa saja yang harus disiapkan, mulai dari bahan baku, peralatan, tenaga kerja, sewa dan seluruh biaya lain yang terkait dengan proses produksinya. Sementara itu jangan lupa memperhitungkan penyusutan alat produksi dan biaya operasional lain ya g tidak secara langsung terkait dengan proses produksi.

Setelah rincian tersebut di atas lengkap, lalu buat analisisnya dalam urutan Kas Awal + Pendapatan – Biaya = Kas Akhir, lalu disusun dalam periode bulanan (bisa juga mingguan atau harian, tergantung kebutuhan).

Setelah itu anda bisa lihat kapan Kas Akhir itu positif atau negatif, nah disitu anda akan menentukan sumber dana atau solusi apa untuk membuat Kas Akhir selalu positif. Banyak orang melihat Kas Akhir yang negatif sebagai kekurangan modal kerja, padahal banyak komponen biaya yang bisa di tekan lebih rendah, atau harga penjualan yang kurang tinggi. Bisa juga penyebabnya adalah volume penjualan yang rendah, sehingga harus mampu menjual lebih banyak produk.

Melalui simulasi semacam ini, kita akan belajar mengoperasikan bisnis dengan kecerdasan finansial yang baik, dan menghindari kegagalan melalui proses simulasi yang tepat sehingga sistem operasional bisnis yang berjalan bisa memberikan alert sebelum terjadi kerugian yang besar. Apalagi simulasi semacam ini akan mengasah kejelian para manajer operasional dalam menemukan solusinya menggunakan informasi yang tepat.

3. Kolaborasi menggabungkan kekuatan

Setiap individu, punya keunggulan masing masing, namun keunggulan tadi tidak ada manfaatnya jika tidak digunakan. Jika anda bekerja sendirian, tentu saja akan bisa, namun jika bekerja secara kolaboratif, anda akan punya kekuatan besar untuk saling berbagi manfaat dan menjadi kekuatan sesuai dengan skala ekonomi yang mampu di kembangkan secara kolaboratif.

Ingat… jika anda pensiunan, berarti hanya punya keahlian terbatas pada satu bidang pengetahuan saja, tapi jika anda bekerja dalam sebuah sistem, maka kolaborasi tadi akan jadi kekuatan besar yang hebat.

Kesimpulan….

Anda tidak mungkin bangkrut, hanya karena sudah pensiun. Mungkin tidak sehebat dulu, karena masih punya banyak fasilitas perusahaan, tapi anda bisa bangkit sebagai sebuah kekuatan jika anda bekerja kolaboratif dengan semua kekuatan yang ada disekitar anda, melibatkan keluarga, tetangga, komunitas dan bahkan anda bisa menjadi kekuatan ekonomi yang besar jika mau. Bukan mustahil anda jadi lebih bahagia dan lebih sukses lagi….

Semoga bermanfaat.

Apakah saya bisa sukses berwirausaha…?

Pertanyaan seperti itu muncul dari benak setiap orang, apalagi ketika melihat kerabat atau kawan dekat sudah punya taraf hidup yang lebih baik. Ya.. taraf hidup lebih baik itu jadi ukuran sukses buat semua orang, apalagi kalo punya rumah, mobil dan gaya hidup mewah. 

Padahal belum tentu mereka benar benar kaya… sebagaimana tampilannya. Banyak yang tampilan parlente tapi dompetnya tipiis…. dan sebaliknya… ada yang tampilannya sederhana tapi hartanya berlimpah. 

Disini saya akan memberikan jawaban atas pertanyaan pada judul artikel ini, bukan membahas gaya hidup ya. Ayo kita mulai dengan pola pikir orang sukses yang umumnya memang gigih, mudah bergaul dan selalu punya rencana dan tujuan hidup yang jelas, karena semua orang sukses itu justru sering gagal dan selalu bangkit untuk terus mencoba. Bahkan mereka juga selalu haus akan ilmu dan bergaul dan berguru pada banyak orang yang dianggap punya solusi atas permasalahannya. Ya… setiap perjalanan menuju sukses itu tidak ada yang mulus, akibatnya orang sukses harus terus belajar dan berguru agar bisa lebih cepat belajar dan menghindari kegagalan yang sudah pernah di alami oleh orang lain.

Bahkan untuk mengawali sukses itu juga bukan dari latar belakang pendidikan, bukan dari modal harta, dan bukan juga dari keturunan, karena semua orang sukses itu punya latar belakang berbeda beda…. jadi siapa saja bisa sukses dan kaya… 

Sampai disini, sebenarnya sudah terjawab, bahwa semua orang bisa sukses jika mereka merencanakan dan memilih untuk sukses dengan segala konsekuensi dan pengorbanannya.

Apa saja yang perlu dilakukan untuk memulai langkah sukses…? Sebenarnya banyak sekali buku buku dan video tutorial untuk sukses, jadi tinggal baca dan menyimak saja sebenarnya cukup. Masalahnya adalah, bagaimana mempraktekan sukses itu dalam keseharian kita…?

Sesuai pengalaman saya, salah satunya adalah mencari mentor, yakni orang sukses yang akan membimbing kita untuk memulai langkah pertama. Namun sebelum kita menentukan mentor tersebut, kita harus bisa membuka diri untuk menerima saran dan masukan… jika kita masih merasa bisa dan sering berpolemik dalam setiap diskusi, tentu sulit untuk menerima saran dan masukan dari orang lain. Contoh sederhananya, kita sudah sering mendengar nasihat motivator bisnis  yang sangat bagus, sehingga kita kutip dalam wall-status di medsos agar bisa kita ingat. Namun ternyata hal itu tetap tidak merubah nasib kita…. lalu salahnya dimana…? Tentu saja semua saran yang baik dan normatif itu tidak akan terjadi jika kita tidak membuka diri dan mempraktekkan apa yang disarankan.

Jadi memilih mentor itu penting dan pola pikir kita harus terbuka untuk belajar menerima saran dan masukan dari para mentor….

Dimana kita memperoleh mentor…?  

Saat ini, jutaan informasi tersebar luas di internet untuk belajar dan diskusi dengan seorang yang kita pilih sebagai mentor. Jika anda tertarik untuk suatu bidang ilmu, tentu dengan mudah cari komunitasnya, lalu datangi orang yang dianggap menguasai materinya dan lanjutkan dengan pertemuan yang lebih intensif, maka dengan mudah kita sudah memperoleh mentor pilihan kita. Mentor yang baik, tentu mereka yang senang berbagi pengalaman dan ilmu…  dan cari mentor lain jika diperlukan, sehingga pengetahuan kita akan semakin luas dan berkembang.

Mentor itu seperti teman bergaul, jadi pilih mentor yang benar benar sukses pada bidangnya, karena mereka yang sudah sukses dan kaya, akan senang membantu secara gratis, karena mereka juga perlu mitra dan pada waktunya nanti mereka juga punya rencana sendiri untuk berkembang bersama mitranya.

Jika kita belum puas dengan satu mentor, cari mentor lain, karena mereka akan jadi network kita dalam meniti sukses secara bersama sama. Langkah selanjutnya akan lebih mudah karena bimbingan mentor, karena mentor itu juga ingin punya jaringan orang orang sukses disekitarnya agar mereka bisa terus mempertahankan kesuksesannya.

Syarat penting lainnya dalam meniti proses sukses adalah kegigihan, karena kegigihan butuh kesabaran dan energi agar mampu bertahan menghadapi setiap kegagalan…. jadi harus kita sadari bahwa sukses itu tidak ada yang mudah dan berjalan mulus.

Mengingat kegagalan itu adalah bagian dari proses, maka siapkan enegi dan sumber daya yang ada untuk menghadapi risiko kegagalan. Risiko ini relatif besar, sehingga harus kita antisipasi dengan mempersiapkan langkah penanggulangan yang tepat. Disini peran mentor sangat penting.

Langkah berikutnya adalah membuat dokumentasi yang memadai agar setiap proses yang kita kerjakan bisa di analisis secara cermat. Bisa saja, bentuknya berupa catatan sederhana, yang penting informasinya harus menggambarkan uang masuk dan uang keluar (arus kas) karena segala bentuk wirausaha, perlu manajemen arus kas yang baik. Semua catatan yang terkait arus kas akan menjadi dasar analisis yang baik jika lengkap dan terinci.

Pada sebuah kasus, saya pernah mendapat tugas memimpin perusahaan menengah dengan omset ratusan milyar, lalu dalam 4 tahun mampu meraih omset 1.2Triyun saat saya selesai bertugas… dan saat ini terus tumbuh mencapai 4 Triyun setelah 10 tahu saya tinggalkan.

Disini saya akan ceritakan langkah awal membangun sistem administrasi yang baik. Dimana semua informasi bisnis dikelompokan dalam beberapa kategori sesuai dengan jenis bisnisnya. Atas dasar kategori atau kelompok bisnis tersebut, hasil penjualan dan biaya yang relevan dikaitkan langsung, sehingga masing masing kelompok bisnis tersebut bisa terlihat profitabilitasnya. Selain itu, laporan keuangan harus tepat waktu, dan tidak boleh ada penundaan dalam proses pencatatannya agar informasinya bisa digunakan tepat waktu. Informasi yang terpenting adalah penerbitan invoice yang segera setelah pekerjaan selesai, dan dengan demikian bisa segera ditagihkan pembayarannya pada minggu berikutnya, karena hal ini akan sangat mempengaruhi kas masuk.

Sebaliknya, dari sisi pengeluaran, tidak ada uang muka yang lebih dari sehari, dan setiap pengeluaran yang berulang dan sejenis akan dibuatkan kontrak sehingga pembayaran bisa ditunda setidaknya sebulan, karena hal ini menguntungkan arus kas keluar bisa ditunda sampai ada arus kas masuk.

Faktor penting lain dalam pengelolaan bisnis dengan jenis produk yang bervariasi adalah, analisis kinerja masing masing jenis produk tersebut, karena setiap jenis produk punya pola perputaran arus kas serta profitabilitas yang berbeda.

Untuk produk yang butuh modal.kerja besar dengan margin laba yang rendah namun berputar dalam hitungan minggu, sehingga setiap bulan mampu memberikan kontribusi arus masuk kas yang besar, dan sebaliknya ada juga produk yang perputarannya relatif lambat bahkan baru memberikan keuntungan setelah 3tahun, padahal perlu modal kerja besar diawal kontrak.

Dari pola perputaran bisnisnya, tentu saja kita akan memilih produk yang profitable dan perputarannya cepat, karena akan menjamin kas masuk lebih cepat. Produk lain bisa di alihkan kepada pihak lain atau tetap dipertahankan dengan volume yang kecil saja.
Untuk perusahaan besar memang terkesan rumit namun biasanya punya dukungan sistem informasi yang memadai, sedangkan untuk perusahaan kecil, apalagi perorangan, tentu lebih sederhana dan seharusnya lebih mudah karena pemilik usaha adalah juga pelaku usahanya… alias self-employed, namun justru biasanya sulit menjaga disiplin pencatatan arus kas sederhananya. Gejala sistem administrasi yang gagal, terlihat dari keseharian yang selalu kesulitan uang padahal penjualannya relatif bagus dan lancar setiap hari.

Oleh karena itu sistem administrasi pencatatan keuangan sangat penting untuk disiapkan secara terinci agar mudah di analisis dan bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, terutama untuk memilih produk/jasa yang profitable dan mengendalikan biaya produksinya.

Nah untuk memudahkan, saya rangkum saja tulisan diatas dalam poin berikut ini:

1. Sukses itu milik siapa saja, dan untuk meraihnya, perlu kegigihan, dan perlu mentor yang akan menjadi sumber inspirasi dan tempat belajar paling mudah tanpa harus melalui kesulitam yang dulu pernah dialami oleh mentornya.

2. Dokumentasi itu penting, karena memberikan informasi mendasar terkait arus kas, dan proses analisis hanya bisa terjadi jika administrasinya tertib dan tepat waktu, sehingga bisa membantu proses pengambilan keputusan.

3. Kecerdasan finansial sangat penting agar bisa menjaga arus kas melalui percepatan arus kas masuk yang lebih besar dan penundaan arus kas keluar yang lebih kecil. Semakin baik arus kas masuk, maka semakin besar peluang investasi pada produk/jasa yang profitabilitasnya tinggi.

Demikian sedikit catatan saya untuk mereka yang ingin meraih sukses dengan segala konsekuensinya untuk 

Penanganan Pasca Panen Lada

 

Sumber: Pedoman Teknis Budidaya Lada Departemen Pertanian RI, Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta, Oktober 2007.

Membaca Pedoman Teknis Budidaya Lada, cukup rumit dan teknis, oleh karena itu, saya coba pelajari melalui penulisan ulang dan merangkum dari berbagai sumber supaya diperoleh gambaran yang lebih lengkap untuk menghasilkan lada hitam maupun lada putih yang berkualitas.

Tanaman lada yang sudah siap panen, biasanya berumur 3-4 tahun, dan dapat berproduksi sampai berumur 15 tahun atau lebih. Namun adakalanya usia 1-3 tahun juga sudah berbuah, tapi produksinya masih sedikit, dan belum cukup produktif, dan menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya pada tahap pertumbuhan, petiklah bunga yang muncul saat tanaman masih muda. Perkembangan buah lada pada mulanya berwarna hijau muda, kemudian berubah menjadi hijau tua, dan bila sudah tua berwarna kuning sampai kemerah-merahan.

Untuk membuat lada hitam atau putih, hanya berbeda untuk pemilihan buah saat pemetikan. Perhatikan pemilihan buah sebagaimana dirinci berikut ini;

Cara Pemetikan Lada Hitam:

Cara membuat lada hitam, adalah dengan melakukan pemetikan lada pada usia pada 6-7 bulan setelah tanaman berbunga. Ciri ciri lada yang siap untuk dipanen dan diolah menjadi lada hitam adalah dengan ditandai buahnya yang berwarna hijau tua atau hijau gelap, atau terlihat adanya satu atau dua buah lada yang telah berwarna kuning pada setiap malai buahnya, atau setidaknya 75% buahnya masih berwarna hijau pada setiap malai buahnya. Waktu petik yang ideal yaitu antara bulan Mei-Sept, atau tergantung musim panen pada lokasi setempat.

Jadi proses panen tidak harus semuanya dipetik, tapi bisa saja dipilih malai buah yang siap panen, dan pemetikan bisa dilakukan sekitar 5-10 kali dalam masa panen selama 1-3bulan, sehingga kualitas lada yang dipetik merupakan malai buah lada pilihan yang kualitasnya bagus. Panen juga bisa dilakukan sesering mungkin selama musim panen supaya buah lada yang dipetik menjadi seragam. Bila pemetikan buah dilakukan satu atau 2 kali saja selama musim panen maka kemungkinan akan terjadi pemetikan buah yang belum matang atau terlalu tua, sehingga hasil panen jadi kurang seragam dan kualitasnya kurang baik, karena bercampur antara buah yang terlalu matang dengan yang masih mentah.

Untuk pemetikan, agar disiapkan kantong atau keranjang yang bersih dan bebas dari bahan-bahan yang menyebabkan kontaminasi atau pencemaran pada lada hasil panen. Hindari kantong atau wadah bekas menyimpan bahan kimia pertanian, karena akan mencemari hasil panen dan merusak kualitasnya. Petik buah lada dan masukkan dalam kantong atau keranjang. Buah lada yang jatuh ke tanah tidak boleh dicampur dengan buah lada yang dipetik, tujuannya untuk menghindari cendawan, bakteri atau kotoran yang akan merusak kualitas lada hasil panen secara keseluruhan.

1. Perontokan dari tangkai buah: 

Proses selanjutnya adalah melakukan perontokan, dengan memisahkan buah lada dan tangkainya menggunakan alat perontok atau secara manual. Jika digunakan alat perontok, pastikan bahwa alat perontok benar-benar bersih sebelum digunakan khususnya bila alat tersebut sudah lama tidak digunakan, begitu juga setelah pemakaian, alat perontok harus segera dibersihkan lagi. Perontokan harus dilakukan dengan hati-hati agar buah lada tidak rusak selama perontokan. Pada perontokan dengan mesin dianjurkan supaya buah yang dirontok langsung direndam dalam air untuk mencegah perubahan warna karena proses pencoklatan. Buah lada yang telah dirontok dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel, serangga atau kontaminan lainnya. Disarankan pencucian lada dilakukan di dalam air yang mengalir. Buah lada harus bersih dari daun, tangkai dan kotoran lainnya.

2. Pengayakan untuk sortir buah:

Buah lada yang telah dirontok harus diayak untuk memisahkan biji buah lada yang kecil, tidak matang dan lada menir, dimana bahan-bahan tersebut dapat mempengaruhi mutu lada hitam kering, jadi pemisahan ini adalah untuk memastikan bahwa kualitas lada yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang tinggi.

Pengayakan dapat dilakukan menggunakan mesin atau secara manual, dengan menggunakan pengayak 4 mm mesh, dimana buah lada dapat melewati lubang pengayak tersebut, kemudian dipisahkan untuk dikeringkan ditempat yang terpisah, sesuai dengan kualitas yang ditetapkan.

3. Pencucian dengan air panas (blansir): 

Lada yang sudah bersih dicelupkan di dalam air panas 80ºC selama 1 sampai 2 menit untuk mengurangi cemaran, memudahkan pengeringan dan meningkatkan penampilan dari lada hitam kering, karena akan diperoleh warna hitam mengkilap dan seragam serta aroma lebih baik. Pencelupan dapat dilakukan di dalam keranjang yang terbuat dari kawat atau rotan yang dicelupkan dalam air panas 80ºC. Air perlu diganti sesering mungkin karena setiap pencelupan air akan menjadi kotor. Setelah direnndam dalam air panas, lalu tiriskan sampai air berhenti menetes, dan lanjutkan dengan tahap pengeringan.

Cara Pemetikan Lada Putih:

Lada putih adalah lada yang dihasilkan dari tanaman lada yang sama, hanya saja proses pengolahan dan masa pemetikannya berbeda. Lada putih, dipetik saat lada sudah cukup matang, yang ditandai dalam satu malai buah terdapat lebih dari 25% sudah dipenuhi dengan butiran buah berwarna kuning atau merah, dan setidaknya masih ada 60% lainnya berwarna hijau. Proses pemanenan juga sebaiknya dilakukan secara berkala atau lebih sering lebih baik, tergantung luas lahan panen, dan hal ini bertujuan agar kualitas hasil panennya jadi seragam, karena hanya buah dengan kualitas tertentu saja yang dipetik.

Setelah tahap pemetikan, tidak dilakukan lagi proses perontokan dan pengayakan sebagaimana dilakukan pada pembuatan lada hitam, karena proses penrendaman nantinya akan sekaligus membersihkan dan merontokan lada yang sudah matang ini, dan selanjutnya proses pengayakan bisa dilakukan setelah lada kering.

1. Perendaman

Buah lada masak yang baru dipetik dimasukkan dalam karung goni direndam dalam bak yang airnya mengalir selama 7 – 10 hari atau rata-rata 8 hari untuk melunakkan kulit buah supaya mudah terlepas dari biji. Pada tahap ini perlu diperhatikan, bahwasannya air rendaman harus bersih dan mengalir, agar dihasilkan lada yang baik (putih bersih). Penggunaan air rendaman yang kotor dan tidak mengalir akan menghasilkan lada putih yang kurang baik (kotor, warna abu-abu atau kecoklatan).

2. Pembersihan atau Pencucian 

Lada hasil rendaman, dikeluarkan dari karung dan dimasukkan dalam tampah atau ember, lalu kulitnya dipisahkan dari biji dengan menggunakan tangan. Kemudian lada tersebut dimasukkan dalam karung atau bakul pada air mengalir sambil digoyang-goyang supaya kulit hanyut atau terbuang ke luar. Setelah biji bersih dari kulit dan tangkai buah, kemudian lada ditiriskan sampai airnya tidak menetes lagi.

Setelah melalui semua tahapan proses di atas, penanganan lada putih maupun lada hitam akan mengikuti langkah berikut ini;

Pengeringan dibawah sinar matahari: 

Lada sebaiknya dikeringkan dibawah sinar matahari untuk mendapatkan warna putih kekuningan, pada suatu wadah bersih jauh diatas permukaan tanah. Daerah tempat pengeringan harus diberi pagar atau terlindung dari hama atau binatang peliharaan. Pastikan bahwa lada cukup kering, untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh jamur atau bahan-bahan kontaminan lainnya, khususnya bila tidak ada panas atau sinar matahari. Pengeringan dapat juga dilakukan dengan pengering rumah kaca/platik menggunakan sinar matahari sebagai sumber panas untuk mempercepat proses pengeringan dan melindungi biji lada dari debu dan banda-benda kontaminan lainnya tanpa penambahan biaya yang nyata, kecuali investasi pembangunan. Buah lada bersih kemudian dijemur dibawah sinar matahari selama 3 – 7 hari, sampai cukup kering. Pengeringan buah lada dilakukan dengan mempergunakan tikar atau tampah/plastik atau mempergunakan lantai penjemuran yang dibuat lebih tinggi agar lebih efektif. Pada waktu proses pengeringan, tumpukan lada dibolak-balik atau ditipiskan dengan mempergunakan garuk dari kayu agar pengeringan lebih cepat dan merata. Lada dianggap kering, bila dipijit memberikan suara menggeretak dan pecah. Pada prinsipnya, pengeringan buah lada dilakukan pada temperatur tidak lebih dari 60º C untuk mencegah kehilangan minyak atsiri. Lada dikeringkan sampai kadar air di bawah 12 % untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh jamur atau bahan-bahan kontaminan lainnya, khususnya bila tidak ada panas atau sinar matahari.

Pengeringan lada juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengering, dengan menggunakan bahan bakar padat, seperti potongan kayu , limbah kelapa dan limbah kebun lainnya sebagai bahan baker dapat digunakan untuk memperceat proses pengeringan dan mencegah terjadinya kontaminasi. Namun dalam prosesnya, harus dijaga agar temperatur tidak lebih dari 60º C dan tidak ada kontaminasi dari asap.

Pembersihan dan sortasi

Setelah lada cukup kering, kemudian lada ditampi dengan tampah, yaitu untuk membuang bahan-bahan yang ringan serta benda asing lainnya seperti tanah, pasir, daun kering, gagang, serat-serat dan juga sebagian lada enteng. Untuk lada putih, bisa diayak dengan ayakan 4 mesh, untuk memisahkan lada kualitas ekspor dengan lada kecil yang bisa dijual dengan harga lebih rendah.

Pengemasan dan Penyimpanan

  • Selanjutnya lada yang telah kering dan bersih ini dimasukkan dalam karung atau wadah penyimpanan lain yang kuat dan bersih. Hasil kemasan kemudian disimpan diruangan simpan yang kering dan tidak lembab (Rh ± 70%), dengan diberi alas dari bambu atau kayu setinggi ± 15 cm dari permukaan lantai sehingga bagian bawah karung tidak berhubungan langsung dengan lantai.
  • Pada pengolahan hasil lada putih, dari 100 kg lada basah yang masih bergagang diperoleh antara 25 – 40 kg lada putih
  • Rendemen pengolahan hasil dari buah lada basah menjadi lada hitam dan lada putih tergantung pada jenis tanaman dan tua mudanya buah disamping cara pengolahan hasil itu sendiri.

Klasifikasi Mutu: 

Lada harus disortir di tingkat petani dan digolongkan menurut tingkat mutunya sebelum dijual. Pertimbangan utama dalam menentukan kelas atau mutu lada adalah kadar air, kerapatan densitas (gram per liter, biji berjamur dan kandungan bahan asing.

Pengemasan: 

Lada yang sudah kering harus dikemas dalam kantong yang bersih dan kering, bebas dari bahan-bahan yang dapat mengkontaminasi lada. Bila digunakan bahan tambahan untuk meningkatkan penampilan produk atau memperpanjang masa simpan, bahan-bahan tersebut harus aman untuk dimakan dan diumumkan pada pembeli.

Pemeliharaan Umum: 

Semua peralatan yang dipergunakan untuk pengolahan lada harus di bersihkan sebelum dan sesudah dipakai dan dipelihara agar selalu dalam keadaan baik. Tempat pengolahan, tempat pengeringan dan penyimpanan harus dijaga kebersihannya dan bebas dari kontaminasi.

Pada umumnya petani mengalami kesulitan untuk mengukur tingkat kadar air dari hasil panen lada yang sudah kering, namun hal itu bisa dilakukan menggunakan alat moisture meter yang dijual di pasaran.

Selain itu, seringkali terjadi kualitas lada kering mengalami penurunan karena proses penyimpanan yang kurang baik, sehingga perlu penanganan agar kualitas tidak terus merosot. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan secara rutin terhadap kualitas lada yang disimpan, agar segera diketahui jika terdapat permasalahan selama proses penyimpanan berlangsung, sambil menunggu harga lada di pasaran membaik.

Untukk menjaga kualitas lada, sebaiknya menyimpan lada dalam tempat tertutup dan kering ini berfungsi agar aroma dan kualitas lada tidak berkurang. Sebab, jika tidak tertutup rapat, udara akan bercampur dan mengurangi ketajaman rasa dan aroma dari rempah yang menambah rasa pedas ini. Wadah yang kedap udara dapat menjaga kesegaran dan aroma dari lada. Lada yang tersimpan dengan baik, mampu bertahan sampai 3 tahun.

 

Izin Impor Bibit Tanaman

Selamat pagi semuanya…. pada akhir Maret 2017, minggu lalu, saya baca posting di group Komunitas Hoktikultura Indonesia, yang menulis tentang lada Thekkan dari Kalkuta India. Menarik sekali lihat malai buah majemuknya yang bergerombol lebat sekali, lalu saya coba cari supplier bibitnya di Indonesia, termasuk cari info di group WA Komunitas Lada Indonesia yang di kelola pak Affifi Djafar, dan ternyata belum ada bibit yang beredar di Indonesia.

Oleh karena terbatasnya informasi dari komunitas lada, maka saya coba cari sendiri supplier bibit lada Thekkan ini. Hasilnya saya temukan orang India yang menjadi importir di Thailand, Namanya Ganesh Nok, yang merespon dengan cepat pertanyaan saya di wall facebooknya. Jadilah kita chatting sebentar lewat facebook messenger, lanjut komunikasi via Line dan sempat melakukan voice call, hingga akhirnya lanjut via email, seperti dibawah ini:

Terus terang info menarik ini saya sebarluaskan kepada komunitas lada, dan dapat sambutan bagus, hanya saja sepertinya admin kurang berkenan karena mungkin belum saatnya untuk membahas soal impor bibit. Situasi yang kurang berkesan seperti ini justru mendorong saya untuk mengurai jaringan pembibit yang selama ini sudah sering kerjasama dan berhasil mengimpor  500 bibit aneka ragam kurma kuljar, yang tiba dengan selamat kepada para pembelinya yang numpang sebagai group buyer.  Alhamdulillah sekarang kurmanya sudah tumbuh subur…

Mengingat pernah ada pengalaman impor bibit kurma bersama rekan komunitas kurma, maka saya coba jelajahi proses yang sama dengan mereka, semoga bisa berjalan seperti dulu. Sayangnya belum ada informasi baru yang saya dapatkan, jadi saya coba tanya saja langsung sumber yang saya anggap kompeten. 

Oleh karena rasa penasaran yang terus saja menggoda, maka saya coba menggali lebih jauh seperti apa sih selukbeluknya proses impor bibit…? 

Nah ini hasil pencarian saya hari ini, senin 3 April 2017….

Awalnya, sejak hari Sabtu, 1 April 2017, saya berhubungan dengan teman teman alumni STAN83, yang biasanya  ada yang menjabat di kantor kantor kementerian. Akhirnya saya teringat dengan sobat Firmanuddin yang secara kebetulan per 1 April 2017, justru sudah kembali kekantor lama di BPKP. Namun jaringan persahabatan beliau dengan rekan rekan Deptan, ternyata sangat erat, karena terbukti dalam hitungan jam, beliau sudah bisa memberi saya satu nama pejabat penting eselon 2 di deptan, yakni Prof Erizal Jamal, selaku Kepala Pusat Perijinan dan PVT (Perlindungan Varietas Tanaman), Deptan, di Ged. Deptan, Ragunan.

Saya bersyukur bisa ketemu orang orang hebat yang mau berbuat baik bagi negeri ini. Sambutan hangat dan tanpa birokrasi yang rumit, membuka kesempatan saya untuk diterima beliau pukul 8.30, didalam ruang kantornya. Tak lupa beliau juga melibatkan jajaran dibawahnya, pak Abdul Rauf dan ibu Sriyati yang mengetahui proses perijinan.

Setelah panjang lebar saya ceritakan latar belakang dan tujuan saya hadir disana, beliau memberikan penjelasan dan dukungannya untuk melibatkan kantor deptan di wilayah Jawa Tengah untuk ikut membantu pengembangan pertanian dilingkungan desa Cilongok, Balapulang, Tegal. Jadi bukan lagi sekedar bicara soal prosedur impor bibit, tapi malah meluas sampai pada pengembangan pertanian di pedesaan.

Namun begitu, hari ini saya akan berbagi mengenai prosedur impor bibit tanaman, dimana izin pemasukan dan pengeluarab sumber daya genetik (SDG) tanaman, diatur dalam Permentan berikut ini:

  • No.37/Permentan/OT.140/07/2011 Tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Tanaman.
  • Permentan No.117/Permentan/HK.300/11/2013 Tentang Pelayanan Perijinan Pertanian Secara Online.

Menariknya, saya juga baru tahu kalo sejak tahun 2013, sudah diterapkan pelayanan permohonan secara online melalui link berikut ini:

http://perizinan.pertanian.go.id/

Yups…. makin keren saja nih kantor pemerintah kita. Jadi sebagai apresiasinya, saya coba sampaikan di blog saya berbagai info terkait prosedur ini, supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pemasukan SDG

Impor SDG = Sumber Daya Genetik, bisa diajukan oleh pemohon, baik itu perorangan, instansi pemerintah, atau badan hukum, yang dilakukan secara online, sesuai formulir model-14 pada lampiran Permentan No.37/2017, dilengkapi dengan info sbb:

  1. Nama dan alamat lengkap pemohon.
  2. Fotocopy  KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  3. Akta Pendirian dan Perubahannya
  4. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  5. Jenis, wujud dan jumlah SDG yang di impor
  6. Proposal Penelitian atau Koleksi
  7. Ruang lingkup kegiatan perorangan WNI atau badan hukum Indonesia yang bersangkutan.
  8. Lokasi asal SDG
  9. Institusi dari negara asal yang memberikan SDG
  10. Informasi lain terkait introduksi atau importasi bibit ke Indonesia.

Selain memenuhi ketentuan di atas, pemasukan SDG harus dilakukan dengan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang karantina tumbuhan.

Tarif: GRATIS

Dalam memberikan izin pemasukan SDG tanaman, Kepala Badan Litbang Pertanian memperhatikan saran dan pertimbangan Komisi Nasional SDG.

Selanjutnya… Tatacara Memperoleh Ijin akan saya sampaikan dengan rincian berikut ini:

I. Pendaftaran On Line

  1. Buka link http://perizinan.pertanian.go.id/ lalu pilih menu SDG Tanaman.
  2. Klik menu REGISTRASI
  3. Isi data perusahaab dan alamat emaik yang aktif untuk mendapatkan password, lalu klik SIMPAN.
  4. Login menggunakan username alamat emaik yang di daftarkan dan password yang dikirim ke emaik terdaftar.
  5. Pilih menu PERUSAHAAN, klik menu edit, untuk melengkapi data pemohon, klik SIMPAN.
  6. Upload persyaratan administrasi yang sudah di scan sesuai asli.
  7. Pada menu STATUS klik TIDAK AKTIF, pilih modul permohonan perizinan yang akan diajukan dengan melakukan checkbox, lalu klik KIRIM.
  8. Pemohon datang ke loket Pusat PVTPP untuk verifikasi keaslian dan kelengkapan dokumen.
  9. Bila sudah sesuai, akun akan diaktifkan dan pemohon sudah menerima Hak Akses dab daoat mengajukan permohonan secara online.

II. Pengajuan Permohonan

  1. Pemohon mengajukan permohonan tertulis secara online dilengkap persyaratan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian melalui Kepala Pusat PVTPP.
  2. Kepala Pusat PVTPP paling lama 3 (tiga) hari kerja memeriksa dokumen dan memberi jawaban menolak atau menerima.
  3. Permohonan yang diterima oleh Kepala Pusat PVTPP disampaikan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian untuk mendapatkan izin pemasukan SDG dan dalam jangka waktu  10 (sepuluh) hari kerja menerima atau menolak permohonan dengan memperhatikan saran dan pertimbangan Komnas SDG.
  4. Jika permohonan diterima, izin pemasukan SDG oleh Kepala Badan Litbang Pertanian disampaikan kepada pemohon melalui Kepala Pusat PVTPP dengan tembusan Kepala Badan Karantina Pertanian.

Demikian sedikit uraian mengenai proses importasi bibit tanaman dari luar negeri ke Indonesia.

Jika ada hal yang kurang jelas, bisa langsung menghubungi SMS Center 081281068805, email: pvt@pertanian.go.id  dan jika mau lebih jelas lagi bisa mampir ke websitenya Deptan di http://pvtpp.setjen.pertanian.go.id/

Semoga informasi diatas bermanfaat…

Salam..