Menciptakan kawasan dengan keunggulan komparatif

Sebuah keunggulan komparatif berarti, ada harus menciptakan sebuah keistimewaan dari sebuah kawasan dimana bisnis agro yang anda punya berada, sementara itu orang lain juga punya bisnis yang serupa.

Kelemahan masyarakat kita yang terkenal sifat gotong royongnya adalah saat bicara bisnis, kita menjadi rakus dan egois. Padahal untuk sukses dan menjadi besar, kita harus kolaborasi dan berbagi.

Sekarang saya coba jelaskan garis besar permasalahannya sbb:
1. Dimanapun lokasi kebun anda, disekitarnya pasti ada kebun orang lain kan…!
2. Jika satu kebun menghasilkan satu jenis komoditi yang bernilai tinggi maka tetangga yang lain akan menghasilkan komoditi yang sama, lalu mulai bersaing saling membunuh…
3. Atau…. nanti ada orang yang akan merusak kebun yang dinilai lebih baik dari tetangganya.

Jawaban atas masalah tersebut diatas, sebenarnya sudah banyak yang tahu, hanya saja dalam pelaksanaannya, perlu rasa saling percaya. Nah sekarang coba kita berfikir kolaboratif sbb:
1. Kita buat kebun yang baik, jadikan percontohan, bagikan pengalaman dan ajak tetangga untuk kolaborasi dalam kelompok tani… untuk program pengelolaan bersama.
2. Bentuk kerjasama bisa dengan cara berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan bahkan bisa berbagi bibit tanaman. Hal ini akan membangkitkan rasa kebersamaan dalam menghadapi problem di lapangan.
3. Saat panen, seringkali dijual diatas lahan. Padahal bisa dikelola lebih baik, agar ada nilai tambah, baik itu kualitas, kemasan atau dijual secara bersama melalui institusi kelompok tani, atau koperasi.
4. Mengadakan promosi dan pemasaran bersama, untuk produk siap jual, termasuk publikasi jadual panen dan jenis komoditas.
5. Mengembangkan pola produksi yang komplementari untuk masing masing anggota komunitas, ada yg bagian produksi, bagian pengolahan pasca panen, bagian pemasaran, dst…

Melalui pola pikir kolaboratif saja, terasa banyak manfaat sudah terbayang.

Bagaimana itu semua bisa kita lakukan?

Pada awalnya, bisa dimulai dari kegiatan komunal, bangkitkan rasa persaudaraan, rasa persatuan dan rasa senasib sepenanggungan. Kelompok tani bisa jadi awal, walaupun sebenarnya banyak kelompok tani yang dibentuk karena akan ada bantuan pemerintah, yang hanya bisa dicairkan jika ada organisasi kelompok tani.

Apa pun alasannya, kita sudah punya kelompok tani yang siap di kelola sebagai suatu komunitas.

Langkah berikutnya adalah dibentuknya forum pertemuan ruti , yang menjadi media pemersatu bagi para anggota komunitas. Masalah tempat acara, bisa memanfaatkan fasilitas umum, seperti gedung sekolah, atau lapangan sepakbola, sedangkan akomodasi lain seperti makanan dan minuman bisa menggunakan dana iuran anggota, atau dana sumbangan pemerintah dan sponsor.

Dari pertemuan rutin, nanti akan terbentuk rasa percaya dan semangat kolaborasi.

Melalui komunitas yang kompak seluruh anggota bisa bersama sama, menciptakan keunggulan komparatif desanya melalui banyak cara, antara lain;

1. Secara bersama sama menanam beberapa jenis tanaman buah tertentu sebagai, sampingan.
2. Saat tanaman buahnya mulai berproduksi, pengelolaan pasca produksi bisa dilakukan bersama dengan membentuk pasar buah musiman, atau membuat pabrik buah kemasan yang di awetkan.
3. Pemasaran, tentu akan lebih mudah jika dilakukan bersama sama. Bahkan produk sampingan dari tanaman buah unggul sangat banyak, mulai dari jual bibit sampai jual mesin kemasan, kebun wisata, kaos, souvenir dan banyak lagi lainnya.

Sebelum kawasan tersebut benar benar jadi kawasan unggulan, tentu saja perlu waktu dan kesabaran. Jadi jangan lelah untuk terus mencoba dan bangkit dari kesulitan dengan mengambil tindakan bersama agar manfaatnya jadi lebih berdaya dan berhasil guna.

Selamat berjuang kawan…

Penulis: Heru Muara Sidik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s