Link

Hampir setiap hari, sejak saya remaja sudah terpikir, bagaimana rasanya jadi pensiunan. Itu sebabnya saya seringkali mencoba bertanya dan melihat sendiri persiapan orang tua saya dalam menghadapi pensiun. Selepas wafatnya kedua orang tua, saya juga sering bertanya pada para kolega baik yang sedang bekerja, sedang mendekati masa pensiun dan juga yang sudah pensiun. Apa saja sih pertanyaan yang seringkali saya ajukan pada mereka dan untuk apa saya bertanya?

Ini dia alasan saya…

Sebenarnya saya galau juga menghadapi masa tua yang tidak ada kepastian seperti apa kita akan lalui, karena pada dasarnya kita akan hidup sendiri, dimana anak anak sudah punya keluarga sendiri, dan seandainya pasangan kita masih hidup, tentu akan lebih nyaman, apalagi jika kita punya teman yang senasib. Itu sebabnya, saya banyak bertanya pada banyak orang, untuk tahu apa saja yang harus dipersiapkan menghadapi masa pensiun.

Hidup tua, sehat dan bahagia… itu adalah harapan semua orang. Sakit adalah ancaman terbesar yang menyengsarakan serta mengancam harapan hidup semua orang. Kenyataannya, hidup tua, biasanya sudah sakit-sakitan, butuh biaya tinggi, dengan penghasilan rendah, padahal belum tentu anak sendiri akan peduli dengan nasib kita, apalagi orang lain….

Pendekatan spiritual, bermanfaat mengisi ruang hati untuk membahagiakan jiwa, untuk itu kita perlu raga yang sehat, agar bisa bertahan hidup sampai tua.

Pada beberapa orang yang berasal dari negara maju, saya lihat mereka lebih menikmati kehidupan mereka secara individual, bahkan ada yang seolah tidak merasa perlu memikirkan warisan untuk anak anaknya, malah sibuk berlibur dan mengisi hari tua di tempat destinasi wisata di negara lain, dan menjadi tokoh masyarakat setempat, dengan gaya hidup lumayan sejahtera, karena mereka mendapat jaminan hari tua dari pemerintah negaranya dan menghabiskannya di negara dunia ketiga, dengan biaya hidup lebih rendah.

Sebaliknya, pada negara berkembang seperti di Indonesia, nasib para pensiunan akan jauh berbeda. Tidak ada jaminan hari tua yang memadai, setiap orang sibuk bertahan hidup untuk diri masing masing, dan bahkan bukan mustahil terkadang orang tua, masih disibukan untuk mengurus anak-cucunya yang belum bisa mandiri sampai dewasa.

Jadi saat pensiun, sebagian orang akan tetap menerima uang pensiun bulanan, yang cukup untuk membiayai kehidupan rutin yang sederhana. Namun sebagian orang lainnya, masih banyak yang harus bertahan hidup dengan jual barang perabotan rumah tangga untuk membeli sembako, dan bahkan lebih buruk dari itu, jika harus menghabiskan hartanya untuk berobat karena sakit.

Lantas solusinya apa…?

Ini beberapa tips dan trick dari para pensiunan yang berhasil saya gali, untuk kita praktekan sehingga kita bisa menikmati pensiun dengan sehat dan bahagia.

  1. Nikmati suasana spiritual, mendalami agama dan kepercayaan masing masing, untuk mendekatkan diri menuju akhirat, karena sejatinya kita sedang dalam antrian menunggu panggilanNya.
  2. Pelihara kesehatan sejak muda, jaga gaya hidup yang sehat, hindari kebiasaan yang akan mengancam kesehatan. Memang umur ditangan Tuhan, tapi anda tidak mau kan punya umur panjang tapi sakit-sakitan.
  3. Menabung dalam bentuk properti, karena nilainya pasti akan selalu meningkat, dan saat dibutuhkan bisa menjadi penyelamat kualitas hidup kita dimasa tua.
  4. Kuasai harta untuk diri sendiri, jangan pernah membagi harta kepada anak, sebelum waktunya, karena anak punya kesempatan sendiri untuk membangun kehidupannya, tugas orang tua hanya membantu mereka meraih kehidupan dengan baik.
  5. Bersahabat dengan teman teman lama, itu penting karena hanya mereka yang akan tersisa, untuk menemani kita mengisi kegiatan sehari haris, saat kita semua semakin tua.

Dari 5 poin di atas, saya menyebutnya sebagai rumus kehidupan, yang banyak saya peroleh dari pencarian selama ini. Untuk lebih jelasnya akan saya uraikan dalam beberapa halaman blog lagi, agar saya bisa menulisnya dalam waktu yang lebih santai dan senggang, sementara itu jika ada pertanyaan lebih lanjut, bisa memberikan komentar dibawah ini.

Terimakasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s