Izin Impor Bibit Tanaman

Selamat pagi semuanya…. pada akhir Maret 2017, minggu lalu, saya baca posting di group Komunitas Hoktikultura Indonesia, yang menulis tentang lada Thekkan dari Kalkuta India. Menarik sekali lihat malai buah majemuknya yang bergerombol lebat sekali, lalu saya coba cari supplier bibitnya di Indonesia, termasuk cari info di group WA Komunitas Lada Indonesia yang di kelola pak Affifi Djafar, dan ternyata belum ada bibit yang beredar di Indonesia.

Oleh karena terbatasnya informasi dari komunitas lada, maka saya coba cari sendiri supplier bibit lada Thekkan ini. Hasilnya saya temukan orang India yang menjadi importir di Thailand, Namanya Ganesh Nok, yang merespon dengan cepat pertanyaan saya di wall facebooknya. Jadilah kita chatting sebentar lewat facebook messenger, lanjut komunikasi via Line dan sempat melakukan voice call, hingga akhirnya lanjut via email, seperti dibawah ini:

Terus terang info menarik ini saya sebarluaskan kepada komunitas lada, dan dapat sambutan bagus, hanya saja sepertinya admin kurang berkenan karena mungkin belum saatnya untuk membahas soal impor bibit. Situasi yang kurang berkesan seperti ini justru mendorong saya untuk mengurai jaringan pembibit yang selama ini sudah sering kerjasama dan berhasil mengimpor  500 bibit aneka ragam kurma kuljar, yang tiba dengan selamat kepada para pembelinya yang numpang sebagai group buyer.  Alhamdulillah sekarang kurmanya sudah tumbuh subur…

Mengingat pernah ada pengalaman impor bibit kurma bersama rekan komunitas kurma, maka saya coba jelajahi proses yang sama dengan mereka, semoga bisa berjalan seperti dulu. Sayangnya belum ada informasi baru yang saya dapatkan, jadi saya coba tanya saja langsung sumber yang saya anggap kompeten. 

Oleh karena rasa penasaran yang terus saja menggoda, maka saya coba menggali lebih jauh seperti apa sih selukbeluknya proses impor bibit…? 

Nah ini hasil pencarian saya hari ini, senin 3 April 2017….

Awalnya, sejak hari Sabtu, 1 April 2017, saya berhubungan dengan teman teman alumni STAN83, yang biasanya  ada yang menjabat di kantor kantor kementerian. Akhirnya saya teringat dengan sobat Firmanuddin yang secara kebetulan per 1 April 2017, justru sudah kembali kekantor lama di BPKP. Namun jaringan persahabatan beliau dengan rekan rekan Deptan, ternyata sangat erat, karena terbukti dalam hitungan jam, beliau sudah bisa memberi saya satu nama pejabat penting eselon 2 di deptan, yakni Prof Erizal Jamal, selaku Kepala Pusat Perijinan dan PVT (Perlindungan Varietas Tanaman), Deptan, di Ged. Deptan, Ragunan.

Saya bersyukur bisa ketemu orang orang hebat yang mau berbuat baik bagi negeri ini. Sambutan hangat dan tanpa birokrasi yang rumit, membuka kesempatan saya untuk diterima beliau pukul 8.30, didalam ruang kantornya. Tak lupa beliau juga melibatkan jajaran dibawahnya, pak Abdul Rauf dan ibu Sriyati yang mengetahui proses perijinan.

Setelah panjang lebar saya ceritakan latar belakang dan tujuan saya hadir disana, beliau memberikan penjelasan dan dukungannya untuk melibatkan kantor deptan di wilayah Jawa Tengah untuk ikut membantu pengembangan pertanian dilingkungan desa Cilongok, Balapulang, Tegal. Jadi bukan lagi sekedar bicara soal prosedur impor bibit, tapi malah meluas sampai pada pengembangan pertanian di pedesaan.

Namun begitu, hari ini saya akan berbagi mengenai prosedur impor bibit tanaman, dimana izin pemasukan dan pengeluarab sumber daya genetik (SDG) tanaman, diatur dalam Permentan berikut ini:

  • No.37/Permentan/OT.140/07/2011 Tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Tanaman.
  • Permentan No.117/Permentan/HK.300/11/2013 Tentang Pelayanan Perijinan Pertanian Secara Online.

Menariknya, saya juga baru tahu kalo sejak tahun 2013, sudah diterapkan pelayanan permohonan secara online melalui link berikut ini:

http://perizinan.pertanian.go.id/

Yups…. makin keren saja nih kantor pemerintah kita. Jadi sebagai apresiasinya, saya coba sampaikan di blog saya berbagai info terkait prosedur ini, supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pemasukan SDG

Impor SDG = Sumber Daya Genetik, bisa diajukan oleh pemohon, baik itu perorangan, instansi pemerintah, atau badan hukum, yang dilakukan secara online, sesuai formulir model-14 pada lampiran Permentan No.37/2017, dilengkapi dengan info sbb:

  1. Nama dan alamat lengkap pemohon.
  2. Fotocopy  KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  3. Akta Pendirian dan Perubahannya
  4. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  5. Jenis, wujud dan jumlah SDG yang di impor
  6. Proposal Penelitian atau Koleksi
  7. Ruang lingkup kegiatan perorangan WNI atau badan hukum Indonesia yang bersangkutan.
  8. Lokasi asal SDG
  9. Institusi dari negara asal yang memberikan SDG
  10. Informasi lain terkait introduksi atau importasi bibit ke Indonesia.

Selain memenuhi ketentuan di atas, pemasukan SDG harus dilakukan dengan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang karantina tumbuhan.

Tarif: GRATIS

Dalam memberikan izin pemasukan SDG tanaman, Kepala Badan Litbang Pertanian memperhatikan saran dan pertimbangan Komisi Nasional SDG.

Selanjutnya… Tatacara Memperoleh Ijin akan saya sampaikan dengan rincian berikut ini:

I. Pendaftaran On Line

  1. Buka link http://perizinan.pertanian.go.id/ lalu pilih menu SDG Tanaman.
  2. Klik menu REGISTRASI
  3. Isi data perusahaab dan alamat emaik yang aktif untuk mendapatkan password, lalu klik SIMPAN.
  4. Login menggunakan username alamat emaik yang di daftarkan dan password yang dikirim ke emaik terdaftar.
  5. Pilih menu PERUSAHAAN, klik menu edit, untuk melengkapi data pemohon, klik SIMPAN.
  6. Upload persyaratan administrasi yang sudah di scan sesuai asli.
  7. Pada menu STATUS klik TIDAK AKTIF, pilih modul permohonan perizinan yang akan diajukan dengan melakukan checkbox, lalu klik KIRIM.
  8. Pemohon datang ke loket Pusat PVTPP untuk verifikasi keaslian dan kelengkapan dokumen.
  9. Bila sudah sesuai, akun akan diaktifkan dan pemohon sudah menerima Hak Akses dab daoat mengajukan permohonan secara online.

II. Pengajuan Permohonan

  1. Pemohon mengajukan permohonan tertulis secara online dilengkap persyaratan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian melalui Kepala Pusat PVTPP.
  2. Kepala Pusat PVTPP paling lama 3 (tiga) hari kerja memeriksa dokumen dan memberi jawaban menolak atau menerima.
  3. Permohonan yang diterima oleh Kepala Pusat PVTPP disampaikan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian untuk mendapatkan izin pemasukan SDG dan dalam jangka waktu  10 (sepuluh) hari kerja menerima atau menolak permohonan dengan memperhatikan saran dan pertimbangan Komnas SDG.
  4. Jika permohonan diterima, izin pemasukan SDG oleh Kepala Badan Litbang Pertanian disampaikan kepada pemohon melalui Kepala Pusat PVTPP dengan tembusan Kepala Badan Karantina Pertanian.

Demikian sedikit uraian mengenai proses importasi bibit tanaman dari luar negeri ke Indonesia.

Jika ada hal yang kurang jelas, bisa langsung menghubungi SMS Center 081281068805, email: pvt@pertanian.go.id  dan jika mau lebih jelas lagi bisa mampir ke websitenya Deptan di http://pvtpp.setjen.pertanian.go.id/

Semoga informasi diatas bermanfaat…

Salam..

Advertisements

4 thoughts on “Izin Impor Bibit Tanaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s