Apakah saya bisa sukses berwirausaha…?

Pertanyaan seperti itu muncul dari benak setiap orang, apalagi ketika melihat kerabat atau kawan dekat sudah punya taraf hidup yang lebih baik. Ya.. taraf hidup lebih baik itu jadi ukuran sukses buat semua orang, apalagi kalo punya rumah, mobil dan gaya hidup mewah. 

Padahal belum tentu mereka benar benar kaya… sebagaimana tampilannya. Banyak yang tampilan parlente tapi dompetnya tipiis…. dan sebaliknya… ada yang tampilannya sederhana tapi hartanya berlimpah. 

Disini saya akan memberikan jawaban atas pertanyaan pada judul artikel ini, bukan membahas gaya hidup ya. Ayo kita mulai dengan pola pikir orang sukses yang umumnya memang gigih, mudah bergaul dan selalu punya rencana dan tujuan hidup yang jelas, karena semua orang sukses itu justru sering gagal dan selalu bangkit untuk terus mencoba. Bahkan mereka juga selalu haus akan ilmu dan bergaul dan berguru pada banyak orang yang dianggap punya solusi atas permasalahannya. Ya… setiap perjalanan menuju sukses itu tidak ada yang mulus, akibatnya orang sukses harus terus belajar dan berguru agar bisa lebih cepat belajar dan menghindari kegagalan yang sudah pernah di alami oleh orang lain.

Bahkan untuk mengawali sukses itu juga bukan dari latar belakang pendidikan, bukan dari modal harta, dan bukan juga dari keturunan, karena semua orang sukses itu punya latar belakang berbeda beda…. jadi siapa saja bisa sukses dan kaya… 

Sampai disini, sebenarnya sudah terjawab, bahwa semua orang bisa sukses jika mereka merencanakan dan memilih untuk sukses dengan segala konsekuensi dan pengorbanannya.

Apa saja yang perlu dilakukan untuk memulai langkah sukses…? Sebenarnya banyak sekali buku buku dan video tutorial untuk sukses, jadi tinggal baca dan menyimak saja sebenarnya cukup. Masalahnya adalah, bagaimana mempraktekan sukses itu dalam keseharian kita…?

Sesuai pengalaman saya, salah satunya adalah mencari mentor, yakni orang sukses yang akan membimbing kita untuk memulai langkah pertama. Namun sebelum kita menentukan mentor tersebut, kita harus bisa membuka diri untuk menerima saran dan masukan… jika kita masih merasa bisa dan sering berpolemik dalam setiap diskusi, tentu sulit untuk menerima saran dan masukan dari orang lain. Contoh sederhananya, kita sudah sering mendengar nasihat motivator bisnis  yang sangat bagus, sehingga kita kutip dalam wall-status di medsos agar bisa kita ingat. Namun ternyata hal itu tetap tidak merubah nasib kita…. lalu salahnya dimana…? Tentu saja semua saran yang baik dan normatif itu tidak akan terjadi jika kita tidak membuka diri dan mempraktekkan apa yang disarankan.

Jadi memilih mentor itu penting dan pola pikir kita harus terbuka untuk belajar menerima saran dan masukan dari para mentor….

Dimana kita memperoleh mentor…?  

Saat ini, jutaan informasi tersebar luas di internet untuk belajar dan diskusi dengan seorang yang kita pilih sebagai mentor. Jika anda tertarik untuk suatu bidang ilmu, tentu dengan mudah cari komunitasnya, lalu datangi orang yang dianggap menguasai materinya dan lanjutkan dengan pertemuan yang lebih intensif, maka dengan mudah kita sudah memperoleh mentor pilihan kita. Mentor yang baik, tentu mereka yang senang berbagi pengalaman dan ilmu…  dan cari mentor lain jika diperlukan, sehingga pengetahuan kita akan semakin luas dan berkembang.

Mentor itu seperti teman bergaul, jadi pilih mentor yang benar benar sukses pada bidangnya, karena mereka yang sudah sukses dan kaya, akan senang membantu secara gratis, karena mereka juga perlu mitra dan pada waktunya nanti mereka juga punya rencana sendiri untuk berkembang bersama mitranya.

Jika kita belum puas dengan satu mentor, cari mentor lain, karena mereka akan jadi network kita dalam meniti sukses secara bersama sama. Langkah selanjutnya akan lebih mudah karena bimbingan mentor, karena mentor itu juga ingin punya jaringan orang orang sukses disekitarnya agar mereka bisa terus mempertahankan kesuksesannya.

Syarat penting lainnya dalam meniti proses sukses adalah kegigihan, karena kegigihan butuh kesabaran dan energi agar mampu bertahan menghadapi setiap kegagalan…. jadi harus kita sadari bahwa sukses itu tidak ada yang mudah dan berjalan mulus.

Mengingat kegagalan itu adalah bagian dari proses, maka siapkan enegi dan sumber daya yang ada untuk menghadapi risiko kegagalan. Risiko ini relatif besar, sehingga harus kita antisipasi dengan mempersiapkan langkah penanggulangan yang tepat. Disini peran mentor sangat penting.

Langkah berikutnya adalah membuat dokumentasi yang memadai agar setiap proses yang kita kerjakan bisa di analisis secara cermat. Bisa saja, bentuknya berupa catatan sederhana, yang penting informasinya harus menggambarkan uang masuk dan uang keluar (arus kas) karena segala bentuk wirausaha, perlu manajemen arus kas yang baik. Semua catatan yang terkait arus kas akan menjadi dasar analisis yang baik jika lengkap dan terinci.

Pada sebuah kasus, saya pernah mendapat tugas memimpin perusahaan menengah dengan omset ratusan milyar, lalu dalam 4 tahun mampu meraih omset 1.2Triyun saat saya selesai bertugas… dan saat ini terus tumbuh mencapai 4 Triyun setelah 10 tahu saya tinggalkan.

Disini saya akan ceritakan langkah awal membangun sistem administrasi yang baik. Dimana semua informasi bisnis dikelompokan dalam beberapa kategori sesuai dengan jenis bisnisnya. Atas dasar kategori atau kelompok bisnis tersebut, hasil penjualan dan biaya yang relevan dikaitkan langsung, sehingga masing masing kelompok bisnis tersebut bisa terlihat profitabilitasnya. Selain itu, laporan keuangan harus tepat waktu, dan tidak boleh ada penundaan dalam proses pencatatannya agar informasinya bisa digunakan tepat waktu. Informasi yang terpenting adalah penerbitan invoice yang segera setelah pekerjaan selesai, dan dengan demikian bisa segera ditagihkan pembayarannya pada minggu berikutnya, karena hal ini akan sangat mempengaruhi kas masuk.

Sebaliknya, dari sisi pengeluaran, tidak ada uang muka yang lebih dari sehari, dan setiap pengeluaran yang berulang dan sejenis akan dibuatkan kontrak sehingga pembayaran bisa ditunda setidaknya sebulan, karena hal ini menguntungkan arus kas keluar bisa ditunda sampai ada arus kas masuk.

Faktor penting lain dalam pengelolaan bisnis dengan jenis produk yang bervariasi adalah, analisis kinerja masing masing jenis produk tersebut, karena setiap jenis produk punya pola perputaran arus kas serta profitabilitas yang berbeda.

Untuk produk yang butuh modal.kerja besar dengan margin laba yang rendah namun berputar dalam hitungan minggu, sehingga setiap bulan mampu memberikan kontribusi arus masuk kas yang besar, dan sebaliknya ada juga produk yang perputarannya relatif lambat bahkan baru memberikan keuntungan setelah 3tahun, padahal perlu modal kerja besar diawal kontrak.

Dari pola perputaran bisnisnya, tentu saja kita akan memilih produk yang profitable dan perputarannya cepat, karena akan menjamin kas masuk lebih cepat. Produk lain bisa di alihkan kepada pihak lain atau tetap dipertahankan dengan volume yang kecil saja.
Untuk perusahaan besar memang terkesan rumit namun biasanya punya dukungan sistem informasi yang memadai, sedangkan untuk perusahaan kecil, apalagi perorangan, tentu lebih sederhana dan seharusnya lebih mudah karena pemilik usaha adalah juga pelaku usahanya… alias self-employed, namun justru biasanya sulit menjaga disiplin pencatatan arus kas sederhananya. Gejala sistem administrasi yang gagal, terlihat dari keseharian yang selalu kesulitan uang padahal penjualannya relatif bagus dan lancar setiap hari.

Oleh karena itu sistem administrasi pencatatan keuangan sangat penting untuk disiapkan secara terinci agar mudah di analisis dan bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, terutama untuk memilih produk/jasa yang profitable dan mengendalikan biaya produksinya.

Nah untuk memudahkan, saya rangkum saja tulisan diatas dalam poin berikut ini:

1. Sukses itu milik siapa saja, dan untuk meraihnya, perlu kegigihan, dan perlu mentor yang akan menjadi sumber inspirasi dan tempat belajar paling mudah tanpa harus melalui kesulitam yang dulu pernah dialami oleh mentornya.

2. Dokumentasi itu penting, karena memberikan informasi mendasar terkait arus kas, dan proses analisis hanya bisa terjadi jika administrasinya tertib dan tepat waktu, sehingga bisa membantu proses pengambilan keputusan.

3. Kecerdasan finansial sangat penting agar bisa menjaga arus kas melalui percepatan arus kas masuk yang lebih besar dan penundaan arus kas keluar yang lebih kecil. Semakin baik arus kas masuk, maka semakin besar peluang investasi pada produk/jasa yang profitabilitasnya tinggi.

Demikian sedikit catatan saya untuk mereka yang ingin meraih sukses dengan segala konsekuensinya untuk 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s