Pensiunan bangkrut…!

Judul artikel kali ini bernada gusar… 

Sebenarnya banyak para pensiunan yang memang gusar menghadapi masa pensiun, apalagi anak masih sekolah dan butuh biaya besar. Ada juga mereka yang menutupi perasaannya dengan mencoba berpikir positif dengan bersyukur dan secara sadar mencoba berdamai dengan kenyataan. Tentu saja hal ini jauh lebih baik karena bisa membantu kesehatan jiwa dan pada akhirnya tubuh juga tetap sehat lebih lama daripada terus mengeluh dan akhirnya sakit berkepanjangan menghabiskan harta dan tabungan. 

Hidup itu singkat, setelah usia produktif kita habiskan mengabdi pada perusahaan besar yang selama ini kita puja, ternyata penghargaan mereka hanya sampai pada uang pesangon saja… dan sekali kali diundang dalam acara ultah perusahaan… miris ya….? Tidaklah… itu belum seberapa… karena setelah itu semua teman baik dan mantan anak buah yang dulunya dekat… belum tentu membantu kita… paling banter nanti kirim ucapan dukacita saat kita wafat .. inna lillahi wa innailaihi rojiuun…

Nah… buat sahabat yang akan pensiun atau sudah pensiun… gak usah cemas, karena sebenarnya semua orang bisa membangkitkan ekonomi rumahtangganya melalui berbagai cara yang mudah dan murah, karena saya sendiri pernah mencoba berwirausaha dan bisa menghasilkan uang berlimpah asalkan mau turun tangan dilapangan sebagai manajer operasional… karena semua bisnis, bisa jalan lancar dan menghasilkan karena ada yang mengurusnya…. dan semua bisnis juga akan bangkrut jika tidak ada yang urus…!

Begitu juga hidup anda akan bangkrut jika anda malas merawat kehidupan ini.

Darimana kita bisa mulai…?

1. Membuat bisnis model 

Coba kenali minat dan kelebihan yang kita punya. Buat daftar keunggulan komparatif dan aset apa saja yang sudah kita miliki. Banyak orang yang punya hobi, mulai dari olahraga, memelihara hewan, fotografi dan bahkan memasak. Apapun itu, tanyakan juga keahlian pasangan hidup kita, anak atau keluarga yang sedang menganggur atau bahkan tetangga disekitar kita yang masih susah hidupnya… coba ajak semuanya bicara tentang harapan dan kemampuan atau aset yang mereka punya… dari situ anda bisa menjadi manajer operasional yang hebat dengan cara membuat sebuah bisnis model skala kecil untuk merekatkan semua keahlian dan aset yang ada menjadi sebuah bisnis. Yaa… bisnis yang serius itu selalu dimulai dari hal hal kecil semacam ini.

2. Membuat proyeksi arus kas

Latar belakang kekuatan semua bisnis ada pada arus kas mereka. Modal kerja paling berharga justru bukan uang, tapi manusia…! Ya… setiap manusia punya tenaga dan akal untuk mengelola bisnis. Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang, dan uang tidak bisa berkembang tanpa manajer operasional yang hebat seperti anda. Manajer yang hebat harus belajar membuat proyeksi arus kas, karena hal ini akan meningkatkan kecerdasan finansial anda. Jika anda belum bisa membuatnya, anda bisa mencari mentor dan belajar membuatnya.

Proyeksi arus kas operasional itu penting karena akan menentukan keputusan anda dalam menentukan pengeluaran yang produktif dan membuat produk/jasa yang profitabel.

Cara membuatnya pun sangat sederhana, tinggal membuat rincian produk/jasa apa yang akan anda hasilkan, berapa banyak, berapa harganya dan berapa lama siklus normalnya (mulai dari awal proses produksi sampai uang diterima tunai). Langkah berikutnya adalah membuat rincian biaya apa saja yang harus disiapkan, mulai dari bahan baku, peralatan, tenaga kerja, sewa dan seluruh biaya lain yang terkait dengan proses produksinya. Sementara itu jangan lupa memperhitungkan penyusutan alat produksi dan biaya operasional lain ya g tidak secara langsung terkait dengan proses produksi.

Setelah rincian tersebut di atas lengkap, lalu buat analisisnya dalam urutan Kas Awal + Pendapatan – Biaya = Kas Akhir, lalu disusun dalam periode bulanan (bisa juga mingguan atau harian, tergantung kebutuhan).

Setelah itu anda bisa lihat kapan Kas Akhir itu positif atau negatif, nah disitu anda akan menentukan sumber dana atau solusi apa untuk membuat Kas Akhir selalu positif. Banyak orang melihat Kas Akhir yang negatif sebagai kekurangan modal kerja, padahal banyak komponen biaya yang bisa di tekan lebih rendah, atau harga penjualan yang kurang tinggi. Bisa juga penyebabnya adalah volume penjualan yang rendah, sehingga harus mampu menjual lebih banyak produk.

Melalui simulasi semacam ini, kita akan belajar mengoperasikan bisnis dengan kecerdasan finansial yang baik, dan menghindari kegagalan melalui proses simulasi yang tepat sehingga sistem operasional bisnis yang berjalan bisa memberikan alert sebelum terjadi kerugian yang besar. Apalagi simulasi semacam ini akan mengasah kejelian para manajer operasional dalam menemukan solusinya menggunakan informasi yang tepat.

3. Kolaborasi menggabungkan kekuatan

Setiap individu, punya keunggulan masing masing, namun keunggulan tadi tidak ada manfaatnya jika tidak digunakan. Jika anda bekerja sendirian, tentu saja akan bisa, namun jika bekerja secara kolaboratif, anda akan punya kekuatan besar untuk saling berbagi manfaat dan menjadi kekuatan sesuai dengan skala ekonomi yang mampu di kembangkan secara kolaboratif.

Ingat… jika anda pensiunan, berarti hanya punya keahlian terbatas pada satu bidang pengetahuan saja, tapi jika anda bekerja dalam sebuah sistem, maka kolaborasi tadi akan jadi kekuatan besar yang hebat.

Kesimpulan….

Anda tidak mungkin bangkrut, hanya karena sudah pensiun. Mungkin tidak sehebat dulu, karena masih punya banyak fasilitas perusahaan, tapi anda bisa bangkit sebagai sebuah kekuatan jika anda bekerja kolaboratif dengan semua kekuatan yang ada disekitar anda, melibatkan keluarga, tetangga, komunitas dan bahkan anda bisa menjadi kekuatan ekonomi yang besar jika mau. Bukan mustahil anda jadi lebih bahagia dan lebih sukses lagi….

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s