Category Archives: Uncategorized

Penanganan Pasca Panen Lada

 

Sumber: Pedoman Teknis Budidaya Lada Departemen Pertanian RI, Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta, Oktober 2007.

Membaca Pedoman Teknis Budidaya Lada, cukup rumit dan teknis, oleh karena itu, saya coba pelajari melalui penulisan ulang dan merangkum dari berbagai sumber supaya diperoleh gambaran yang lebih lengkap untuk menghasilkan lada hitam maupun lada putih yang berkualitas.

Tanaman lada yang sudah siap panen, biasanya berumur 3-4 tahun, dan dapat berproduksi sampai berumur 15 tahun atau lebih. Namun adakalanya usia 1-3 tahun juga sudah berbuah, tapi produksinya masih sedikit, dan belum cukup produktif, dan menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya pada tahap pertumbuhan, petiklah bunga yang muncul saat tanaman masih muda. Perkembangan buah lada pada mulanya berwarna hijau muda, kemudian berubah menjadi hijau tua, dan bila sudah tua berwarna kuning sampai kemerah-merahan.

Untuk membuat lada hitam atau putih, hanya berbeda untuk pemilihan buah saat pemetikan. Perhatikan pemilihan buah sebagaimana dirinci berikut ini;

Cara Pemetikan Lada Hitam:

Cara membuat lada hitam, adalah dengan melakukan pemetikan lada pada usia pada 6-7 bulan setelah tanaman berbunga. Ciri ciri lada yang siap untuk dipanen dan diolah menjadi lada hitam adalah dengan ditandai buahnya yang berwarna hijau tua atau hijau gelap, atau terlihat adanya satu atau dua buah lada yang telah berwarna kuning pada setiap malai buahnya, atau setidaknya 75% buahnya masih berwarna hijau pada setiap malai buahnya. Waktu petik yang ideal yaitu antara bulan Mei-Sept, atau tergantung musim panen pada lokasi setempat.

Jadi proses panen tidak harus semuanya dipetik, tapi bisa saja dipilih malai buah yang siap panen, dan pemetikan bisa dilakukan sekitar 5-10 kali dalam masa panen selama 1-3bulan, sehingga kualitas lada yang dipetik merupakan malai buah lada pilihan yang kualitasnya bagus. Panen juga bisa dilakukan sesering mungkin selama musim panen supaya buah lada yang dipetik menjadi seragam. Bila pemetikan buah dilakukan satu atau 2 kali saja selama musim panen maka kemungkinan akan terjadi pemetikan buah yang belum matang atau terlalu tua, sehingga hasil panen jadi kurang seragam dan kualitasnya kurang baik, karena bercampur antara buah yang terlalu matang dengan yang masih mentah.

Untuk pemetikan, agar disiapkan kantong atau keranjang yang bersih dan bebas dari bahan-bahan yang menyebabkan kontaminasi atau pencemaran pada lada hasil panen. Hindari kantong atau wadah bekas menyimpan bahan kimia pertanian, karena akan mencemari hasil panen dan merusak kualitasnya. Petik buah lada dan masukkan dalam kantong atau keranjang. Buah lada yang jatuh ke tanah tidak boleh dicampur dengan buah lada yang dipetik, tujuannya untuk menghindari cendawan, bakteri atau kotoran yang akan merusak kualitas lada hasil panen secara keseluruhan.

1. Perontokan dari tangkai buah: 

Proses selanjutnya adalah melakukan perontokan, dengan memisahkan buah lada dan tangkainya menggunakan alat perontok atau secara manual. Jika digunakan alat perontok, pastikan bahwa alat perontok benar-benar bersih sebelum digunakan khususnya bila alat tersebut sudah lama tidak digunakan, begitu juga setelah pemakaian, alat perontok harus segera dibersihkan lagi. Perontokan harus dilakukan dengan hati-hati agar buah lada tidak rusak selama perontokan. Pada perontokan dengan mesin dianjurkan supaya buah yang dirontok langsung direndam dalam air untuk mencegah perubahan warna karena proses pencoklatan. Buah lada yang telah dirontok dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel, serangga atau kontaminan lainnya. Disarankan pencucian lada dilakukan di dalam air yang mengalir. Buah lada harus bersih dari daun, tangkai dan kotoran lainnya.

2. Pengayakan untuk sortir buah:

Buah lada yang telah dirontok harus diayak untuk memisahkan biji buah lada yang kecil, tidak matang dan lada menir, dimana bahan-bahan tersebut dapat mempengaruhi mutu lada hitam kering, jadi pemisahan ini adalah untuk memastikan bahwa kualitas lada yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang tinggi.

Pengayakan dapat dilakukan menggunakan mesin atau secara manual, dengan menggunakan pengayak 4 mm mesh, dimana buah lada dapat melewati lubang pengayak tersebut, kemudian dipisahkan untuk dikeringkan ditempat yang terpisah, sesuai dengan kualitas yang ditetapkan.

3. Pencucian dengan air panas (blansir): 

Lada yang sudah bersih dicelupkan di dalam air panas 80ºC selama 1 sampai 2 menit untuk mengurangi cemaran, memudahkan pengeringan dan meningkatkan penampilan dari lada hitam kering, karena akan diperoleh warna hitam mengkilap dan seragam serta aroma lebih baik. Pencelupan dapat dilakukan di dalam keranjang yang terbuat dari kawat atau rotan yang dicelupkan dalam air panas 80ºC. Air perlu diganti sesering mungkin karena setiap pencelupan air akan menjadi kotor. Setelah direnndam dalam air panas, lalu tiriskan sampai air berhenti menetes, dan lanjutkan dengan tahap pengeringan.

Cara Pemetikan Lada Putih:

Lada putih adalah lada yang dihasilkan dari tanaman lada yang sama, hanya saja proses pengolahan dan masa pemetikannya berbeda. Lada putih, dipetik saat lada sudah cukup matang, yang ditandai dalam satu malai buah terdapat lebih dari 25% sudah dipenuhi dengan butiran buah berwarna kuning atau merah, dan setidaknya masih ada 60% lainnya berwarna hijau. Proses pemanenan juga sebaiknya dilakukan secara berkala atau lebih sering lebih baik, tergantung luas lahan panen, dan hal ini bertujuan agar kualitas hasil panennya jadi seragam, karena hanya buah dengan kualitas tertentu saja yang dipetik.

Setelah tahap pemetikan, tidak dilakukan lagi proses perontokan dan pengayakan sebagaimana dilakukan pada pembuatan lada hitam, karena proses penrendaman nantinya akan sekaligus membersihkan dan merontokan lada yang sudah matang ini, dan selanjutnya proses pengayakan bisa dilakukan setelah lada kering.

1. Perendaman

Buah lada masak yang baru dipetik dimasukkan dalam karung goni direndam dalam bak yang airnya mengalir selama 7 – 10 hari atau rata-rata 8 hari untuk melunakkan kulit buah supaya mudah terlepas dari biji. Pada tahap ini perlu diperhatikan, bahwasannya air rendaman harus bersih dan mengalir, agar dihasilkan lada yang baik (putih bersih). Penggunaan air rendaman yang kotor dan tidak mengalir akan menghasilkan lada putih yang kurang baik (kotor, warna abu-abu atau kecoklatan).

2. Pembersihan atau Pencucian 

Lada hasil rendaman, dikeluarkan dari karung dan dimasukkan dalam tampah atau ember, lalu kulitnya dipisahkan dari biji dengan menggunakan tangan. Kemudian lada tersebut dimasukkan dalam karung atau bakul pada air mengalir sambil digoyang-goyang supaya kulit hanyut atau terbuang ke luar. Setelah biji bersih dari kulit dan tangkai buah, kemudian lada ditiriskan sampai airnya tidak menetes lagi.

Setelah melalui semua tahapan proses di atas, penanganan lada putih maupun lada hitam akan mengikuti langkah berikut ini;

Pengeringan dibawah sinar matahari: 

Lada sebaiknya dikeringkan dibawah sinar matahari untuk mendapatkan warna putih kekuningan, pada suatu wadah bersih jauh diatas permukaan tanah. Daerah tempat pengeringan harus diberi pagar atau terlindung dari hama atau binatang peliharaan. Pastikan bahwa lada cukup kering, untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh jamur atau bahan-bahan kontaminan lainnya, khususnya bila tidak ada panas atau sinar matahari. Pengeringan dapat juga dilakukan dengan pengering rumah kaca/platik menggunakan sinar matahari sebagai sumber panas untuk mempercepat proses pengeringan dan melindungi biji lada dari debu dan banda-benda kontaminan lainnya tanpa penambahan biaya yang nyata, kecuali investasi pembangunan. Buah lada bersih kemudian dijemur dibawah sinar matahari selama 3 – 7 hari, sampai cukup kering. Pengeringan buah lada dilakukan dengan mempergunakan tikar atau tampah/plastik atau mempergunakan lantai penjemuran yang dibuat lebih tinggi agar lebih efektif. Pada waktu proses pengeringan, tumpukan lada dibolak-balik atau ditipiskan dengan mempergunakan garuk dari kayu agar pengeringan lebih cepat dan merata. Lada dianggap kering, bila dipijit memberikan suara menggeretak dan pecah. Pada prinsipnya, pengeringan buah lada dilakukan pada temperatur tidak lebih dari 60º C untuk mencegah kehilangan minyak atsiri. Lada dikeringkan sampai kadar air di bawah 12 % untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh jamur atau bahan-bahan kontaminan lainnya, khususnya bila tidak ada panas atau sinar matahari.

Pengeringan lada juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengering, dengan menggunakan bahan bakar padat, seperti potongan kayu , limbah kelapa dan limbah kebun lainnya sebagai bahan baker dapat digunakan untuk memperceat proses pengeringan dan mencegah terjadinya kontaminasi. Namun dalam prosesnya, harus dijaga agar temperatur tidak lebih dari 60º C dan tidak ada kontaminasi dari asap.

Pembersihan dan sortasi

Setelah lada cukup kering, kemudian lada ditampi dengan tampah, yaitu untuk membuang bahan-bahan yang ringan serta benda asing lainnya seperti tanah, pasir, daun kering, gagang, serat-serat dan juga sebagian lada enteng. Untuk lada putih, bisa diayak dengan ayakan 4 mesh, untuk memisahkan lada kualitas ekspor dengan lada kecil yang bisa dijual dengan harga lebih rendah.

Pengemasan dan Penyimpanan

  • Selanjutnya lada yang telah kering dan bersih ini dimasukkan dalam karung atau wadah penyimpanan lain yang kuat dan bersih. Hasil kemasan kemudian disimpan diruangan simpan yang kering dan tidak lembab (Rh ± 70%), dengan diberi alas dari bambu atau kayu setinggi ± 15 cm dari permukaan lantai sehingga bagian bawah karung tidak berhubungan langsung dengan lantai.
  • Pada pengolahan hasil lada putih, dari 100 kg lada basah yang masih bergagang diperoleh antara 25 – 40 kg lada putih
  • Rendemen pengolahan hasil dari buah lada basah menjadi lada hitam dan lada putih tergantung pada jenis tanaman dan tua mudanya buah disamping cara pengolahan hasil itu sendiri.

Klasifikasi Mutu: 

Lada harus disortir di tingkat petani dan digolongkan menurut tingkat mutunya sebelum dijual. Pertimbangan utama dalam menentukan kelas atau mutu lada adalah kadar air, kerapatan densitas (gram per liter, biji berjamur dan kandungan bahan asing.

Pengemasan: 

Lada yang sudah kering harus dikemas dalam kantong yang bersih dan kering, bebas dari bahan-bahan yang dapat mengkontaminasi lada. Bila digunakan bahan tambahan untuk meningkatkan penampilan produk atau memperpanjang masa simpan, bahan-bahan tersebut harus aman untuk dimakan dan diumumkan pada pembeli.

Pemeliharaan Umum: 

Semua peralatan yang dipergunakan untuk pengolahan lada harus di bersihkan sebelum dan sesudah dipakai dan dipelihara agar selalu dalam keadaan baik. Tempat pengolahan, tempat pengeringan dan penyimpanan harus dijaga kebersihannya dan bebas dari kontaminasi.

Pada umumnya petani mengalami kesulitan untuk mengukur tingkat kadar air dari hasil panen lada yang sudah kering, namun hal itu bisa dilakukan menggunakan alat moisture meter yang dijual di pasaran.

Selain itu, seringkali terjadi kualitas lada kering mengalami penurunan karena proses penyimpanan yang kurang baik, sehingga perlu penanganan agar kualitas tidak terus merosot. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan secara rutin terhadap kualitas lada yang disimpan, agar segera diketahui jika terdapat permasalahan selama proses penyimpanan berlangsung, sambil menunggu harga lada di pasaran membaik.

Untukk menjaga kualitas lada, sebaiknya menyimpan lada dalam tempat tertutup dan kering ini berfungsi agar aroma dan kualitas lada tidak berkurang. Sebab, jika tidak tertutup rapat, udara akan bercampur dan mengurangi ketajaman rasa dan aroma dari rempah yang menambah rasa pedas ini. Wadah yang kedap udara dapat menjaga kesegaran dan aroma dari lada. Lada yang tersimpan dengan baik, mampu bertahan sampai 3 tahun.

 

Izin Impor Bibit Tanaman

Selamat pagi semuanya…. pada akhir Maret 2017, minggu lalu, saya baca posting di group Komunitas Hoktikultura Indonesia, yang menulis tentang lada Thekkan dari Kalkuta India. Menarik sekali lihat malai buah majemuknya yang bergerombol lebat sekali, lalu saya coba cari supplier bibitnya di Indonesia, termasuk cari info di group WA Komunitas Lada Indonesia yang di kelola pak Affifi Djafar, dan ternyata belum ada bibit yang beredar di Indonesia.

Oleh karena terbatasnya informasi dari komunitas lada, maka saya coba cari sendiri supplier bibit lada Thekkan ini. Hasilnya saya temukan orang India yang menjadi importir di Thailand, Namanya Ganesh Nok, yang merespon dengan cepat pertanyaan saya di wall facebooknya. Jadilah kita chatting sebentar lewat facebook messenger, lanjut komunikasi via Line dan sempat melakukan voice call, hingga akhirnya lanjut via email, seperti dibawah ini:

Terus terang info menarik ini saya sebarluaskan kepada komunitas lada, dan dapat sambutan bagus, hanya saja sepertinya admin kurang berkenan karena mungkin belum saatnya untuk membahas soal impor bibit. Situasi yang kurang berkesan seperti ini justru mendorong saya untuk mengurai jaringan pembibit yang selama ini sudah sering kerjasama dan berhasil mengimpor  500 bibit aneka ragam kurma kuljar, yang tiba dengan selamat kepada para pembelinya yang numpang sebagai group buyer.  Alhamdulillah sekarang kurmanya sudah tumbuh subur…

Mengingat pernah ada pengalaman impor bibit kurma bersama rekan komunitas kurma, maka saya coba jelajahi proses yang sama dengan mereka, semoga bisa berjalan seperti dulu. Sayangnya belum ada informasi baru yang saya dapatkan, jadi saya coba tanya saja langsung sumber yang saya anggap kompeten. 

Oleh karena rasa penasaran yang terus saja menggoda, maka saya coba menggali lebih jauh seperti apa sih selukbeluknya proses impor bibit…? 

Nah ini hasil pencarian saya hari ini, senin 3 April 2017….

Awalnya, sejak hari Sabtu, 1 April 2017, saya berhubungan dengan teman teman alumni STAN83, yang biasanya  ada yang menjabat di kantor kantor kementerian. Akhirnya saya teringat dengan sobat Firmanuddin yang secara kebetulan per 1 April 2017, justru sudah kembali kekantor lama di BPKP. Namun jaringan persahabatan beliau dengan rekan rekan Deptan, ternyata sangat erat, karena terbukti dalam hitungan jam, beliau sudah bisa memberi saya satu nama pejabat penting eselon 2 di deptan, yakni Prof Erizal Jamal, selaku Kepala Pusat Perijinan dan PVT (Perlindungan Varietas Tanaman), Deptan, di Ged. Deptan, Ragunan.

Saya bersyukur bisa ketemu orang orang hebat yang mau berbuat baik bagi negeri ini. Sambutan hangat dan tanpa birokrasi yang rumit, membuka kesempatan saya untuk diterima beliau pukul 8.30, didalam ruang kantornya. Tak lupa beliau juga melibatkan jajaran dibawahnya, pak Abdul Rauf dan ibu Sriyati yang mengetahui proses perijinan.

Setelah panjang lebar saya ceritakan latar belakang dan tujuan saya hadir disana, beliau memberikan penjelasan dan dukungannya untuk melibatkan kantor deptan di wilayah Jawa Tengah untuk ikut membantu pengembangan pertanian dilingkungan desa Cilongok, Balapulang, Tegal. Jadi bukan lagi sekedar bicara soal prosedur impor bibit, tapi malah meluas sampai pada pengembangan pertanian di pedesaan.

Namun begitu, hari ini saya akan berbagi mengenai prosedur impor bibit tanaman, dimana izin pemasukan dan pengeluarab sumber daya genetik (SDG) tanaman, diatur dalam Permentan berikut ini:

  • No.37/Permentan/OT.140/07/2011 Tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Tanaman.
  • Permentan No.117/Permentan/HK.300/11/2013 Tentang Pelayanan Perijinan Pertanian Secara Online.

Menariknya, saya juga baru tahu kalo sejak tahun 2013, sudah diterapkan pelayanan permohonan secara online melalui link berikut ini:

http://perizinan.pertanian.go.id/

Yups…. makin keren saja nih kantor pemerintah kita. Jadi sebagai apresiasinya, saya coba sampaikan di blog saya berbagai info terkait prosedur ini, supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pemasukan SDG

Impor SDG = Sumber Daya Genetik, bisa diajukan oleh pemohon, baik itu perorangan, instansi pemerintah, atau badan hukum, yang dilakukan secara online, sesuai formulir model-14 pada lampiran Permentan No.37/2017, dilengkapi dengan info sbb:

  1. Nama dan alamat lengkap pemohon.
  2. Fotocopy  KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  3. Akta Pendirian dan Perubahannya
  4. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  5. Jenis, wujud dan jumlah SDG yang di impor
  6. Proposal Penelitian atau Koleksi
  7. Ruang lingkup kegiatan perorangan WNI atau badan hukum Indonesia yang bersangkutan.
  8. Lokasi asal SDG
  9. Institusi dari negara asal yang memberikan SDG
  10. Informasi lain terkait introduksi atau importasi bibit ke Indonesia.

Selain memenuhi ketentuan di atas, pemasukan SDG harus dilakukan dengan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang karantina tumbuhan.

Tarif: GRATIS

Dalam memberikan izin pemasukan SDG tanaman, Kepala Badan Litbang Pertanian memperhatikan saran dan pertimbangan Komisi Nasional SDG.

Selanjutnya… Tatacara Memperoleh Ijin akan saya sampaikan dengan rincian berikut ini:

I. Pendaftaran On Line

  1. Buka link http://perizinan.pertanian.go.id/ lalu pilih menu SDG Tanaman.
  2. Klik menu REGISTRASI
  3. Isi data perusahaab dan alamat emaik yang aktif untuk mendapatkan password, lalu klik SIMPAN.
  4. Login menggunakan username alamat emaik yang di daftarkan dan password yang dikirim ke emaik terdaftar.
  5. Pilih menu PERUSAHAAN, klik menu edit, untuk melengkapi data pemohon, klik SIMPAN.
  6. Upload persyaratan administrasi yang sudah di scan sesuai asli.
  7. Pada menu STATUS klik TIDAK AKTIF, pilih modul permohonan perizinan yang akan diajukan dengan melakukan checkbox, lalu klik KIRIM.
  8. Pemohon datang ke loket Pusat PVTPP untuk verifikasi keaslian dan kelengkapan dokumen.
  9. Bila sudah sesuai, akun akan diaktifkan dan pemohon sudah menerima Hak Akses dab daoat mengajukan permohonan secara online.

II. Pengajuan Permohonan

  1. Pemohon mengajukan permohonan tertulis secara online dilengkap persyaratan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian melalui Kepala Pusat PVTPP.
  2. Kepala Pusat PVTPP paling lama 3 (tiga) hari kerja memeriksa dokumen dan memberi jawaban menolak atau menerima.
  3. Permohonan yang diterima oleh Kepala Pusat PVTPP disampaikan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian untuk mendapatkan izin pemasukan SDG dan dalam jangka waktu  10 (sepuluh) hari kerja menerima atau menolak permohonan dengan memperhatikan saran dan pertimbangan Komnas SDG.
  4. Jika permohonan diterima, izin pemasukan SDG oleh Kepala Badan Litbang Pertanian disampaikan kepada pemohon melalui Kepala Pusat PVTPP dengan tembusan Kepala Badan Karantina Pertanian.

Demikian sedikit uraian mengenai proses importasi bibit tanaman dari luar negeri ke Indonesia.

Jika ada hal yang kurang jelas, bisa langsung menghubungi SMS Center 081281068805, email: pvt@pertanian.go.id  dan jika mau lebih jelas lagi bisa mampir ke websitenya Deptan di http://pvtpp.setjen.pertanian.go.id/

Semoga informasi diatas bermanfaat…

Salam..

Pelihara Kesehatan Sejak Muda

Pernah terbayang jika anda menjadi orang tua yang sudah renta, sedang sakit dan tidak bisa bergerak sendiri tanpa bantuan orang lain? Walaupun tidak semua orang beruntung punya tubuh yang sehat dan lengkap sejak lahir, namun pada umumnya setiap manusia lahir dengan segala kesempurnaannya, dan puncak kesehatan manusia adalah ketika kita tumbuh menjadi dewasa muda. Jadi jangan heran kalo anak muda suka petentang pententeng nantangin duel atau adu kekuatan fisik. Padahal fisik itu yang akan terus semakin rapuh serta tidak lagi mampu mendukung kemauan alam pikiran yang bisa terus menjelajahi alam semesta, atau bisa juga akhirnya  pikiran itu terperangkap dalam tubuh yang sakit. Jangan sampai hanya gara gara duel fisik, tubuh yang mudah dan sehat menjadi cidera dan cacat, apalagi sampai menimbulkan penderitaan bertahun tahun, alangkah sedihnya harus kehilangan kesehatan justru ketika kita sedang berada di usia produktif.

Memelihara kesehatan sejak muda, bisa dilakukan dengan menjaga gaya hidup yang sehat, hindari kebiasaan yang akan mengancam kesehatan, apalagi sampai melakukan kegiatan yang beresiko mencederai fisik. Kesehatan menjadi faktor penting untuk bisa menikmati kehidupan ini, kegagalan menjaga tubuh tetap sehat, akan menjadi perangkap atas penderitaan lahir bathin sepanjang hayat. Banyak orang yang berkelakar, bahwa saat muda kita tidak bisa makan enak karena tak punya uang, saat punya uang malah sudah dilarang makan enak karena alasan kesehatan. Hidup itu penuh ironi, jadi menikmati kehidupan itu juga salah satu faktor penentu dalam menjaga kesehatan.

Apabila anda sudah merasa terlambat untuk menjaga tubuh yang sudah renta dan terlanjut sakit, maka pesan di atas sebenarnya juga belum terlambat. Menjaga kesehatan tubuh yang tersisa, juga perlu agar tidak semakin parah atau bahkan menjadi  sakit yang berkelanjutan. Jika tubuh ini sakit, kenali masalahnya dan lakukan langkah tepat agar kesehatan tubuh bisa bertahan lebih lama.

Mengapa harus mempertahankan kesehatan selama mungkin…?

Karena, walaupun umur ditangan Tuhan, tapi tidak ada orang yang  mau punya umur panjang tapi dalam keadaan sakit-sakitan. Jadi menjaga kesetahan sejak muda, adalah salah satu cara untuk bertahan sehat sampai akhir hayat. Tubuh sehat juga bagian dari kebahagiaan yang harus kita raih, jangan pernah membiarkan pekerjaan mengendalikan kehidupan kita sehingga harus kehilangan kesehatan. Menjaga kesehatan harus dimulai dengan memahami kondisi tubuh, mengenali sinyal alarm tubuh yang dengan setia memberikan alert melalui pesan pesan sederhana, seperti rasa sakit pada bagian tubuh, rasa pening, penglihatan yang kabur, kesemutan pada anggota tubuh, rasa nyeri pada bagian tertentu, rasa ngilu pada gerakan tertentu, atau gejala lain yang terkesan remeh dan tidak mempengaruhi kegiatan kita.

Pesan pesan yang disampaikan oleh tubuh, sebenarnya sudah kita ketahui sejak kita bayi. Itu sebabnya bayi menangis saat lapar, haus, sakit atau merasa tidak nyaman, tidak aman dan bahkan jika berada di lingkungan asing. Sinyal-sinyal semacam itu terkesan remeh dan tidak penting, namun pada kenyataannya, rasa kesemutan yang ringat, bisa berarti tanda tanda adanya syarat yang mengalami gangguan akibat aliran darah yang kurang lancar. Bahkan penyakit jantung, yang membunuh manusia dengan seketika juga bukan tanpa peringatan. Rasa sakit itu sudah terasa sejak awal gejala pertama terjadi, hanya saja banyak orang yang kurang peka memperhatikan sinyal tersebut, sehingga bisa terjadi kita mengalami stroke tanpa pernah memperhatikan tanda tanda tersebut.

Hidup sehat juga bisa dimulai melalui pergaulan dengan orang orang sehat, mereka yang suka merokok, tentu harus kita hindari jika kita tidak ingin merokok, dan bagi yang sudah jadi perokok, tentu bisa berusaha menghentikan kebiasaan buruknya, dengan mencari lingkungan pergaulan yang bebas rokok.

Semua hal yang saya tulis di atas, merupakan kajian yang saya peroleh dari obrolan ringan saat membesuk rekan rekan yang sedang sakit. Mereka umumnya bercerita tentang latar belakang penyakitnya, dan mereka juga sadar bahwa kualitas hidupnya menurun, dan terancam ketika mereka mengabaikan sinyal tanda kesehatan sedang terganggu. Oleh karena itu, ayo kita hindari risiko kesehatan yang lebih buruk dengan menjaga kesehatan sejak sekarang, dan lebih baik lagi jika kita menyadarinya sejak kita muda.

Semoga bermanfaat…

Pelihara Kesehatan sejak muda

Kesehatan adalah sebuah pilihan, banyak dari kita yang mengandalkan petugas medis untuk menjaga kesehatan kita, bahkan ada juga orang yang tidak peduli dengan kesehatan karena bagi mereka urusan sehat itu sudah takdirnya dari yang Maha Kuasa.

Ada sedikit nasihat yang saya peroleh dari seorang kawan, bahwa kesehatan itu perlu dijaga, karena yang punya roh kita tentu tidak ingin mempertahankan roh itu pada tubuh yang rusak atau sakit. Bisa dibayangkan jika anda tetap bertahan hidup dengan penderitaan berkepanjangan karena sakit yang tidak pernah sembuh?

Kesempatan terbaik dalam memelihara kesehatan, adalah ketika kita masih muda, karena saat itu, tubuh akan tumbuh dewasa dalam keadaan yang terbaik. Kesehatan akan semakin buruk jika kita tidak memahami tanda-tanda alam bahwa kesehatan kita akan menurun saat tua nanti. Kesempatan untuk tetap sehat dimasa tua, harus dipersiapkan dengan baik, karena sejatinya tidak ada orang tua yang tidak pernah sakit, mereka hanya mengelola hatinya, agar rasa sakit itu tidak merongrong kebahagiaan mereka, sementara fisik akan terus mengalami penuaan dan akhirnya juga akan terlalu tua untuk bertahan hidup.

Pelihara Kesehatan sejak muda, jaga gaya hidup yang sehat, hindari kebiasaan yang akan mengancam kesehatan. Memang umur ditangan Tuhan, tapi anda tidak mau kan punya umur panjang tapi sakit-sakitan.

Nikmati suasana spiritual

Pernah terpikir kapan kita wafat…?

Tentu saja tidak ada yang tahu, apalagi merencanakannya, tapi sebenarnya, semua orang akan mati dengan berbagai cara dan gaya, ha..ha..ha..  Bener loh, ada yang takut mati, tapi gak bisa menolak kalo waktunya sudah tiba. Perencanaan untuk mati, hanya dimaksudkan untuk membekali diri dengan amal sholeh, agar saat masuk akhirat nanti, kita mendapatkan tempat yang layak di sisiNya. Namun begitu, setiap orang akan mati dengan meninggalkan kenangan dan warisan harta benda yang tersisa. Oleh karena itu, banyak orang tua yang mulai mendalami agama ketika sudah manula, hanya untuk membuat hati menjadi lebih nyaman dan tenang saat ajal menyapa.

Sebegitu terlambatkah jika kita mulai ketika kita tua… ?

Tidak ada kata terlambat, nikmati suasana spiritual, mendalami agama dan kepercayaan masing masing, untuk mendekatkan diri menuju akhirat, karena sejatinya kita sedang dalam antrian menunggu panggilanNya.

Setiap orang boleh merencanakan akhiratnya kapan saja, semakin muda semakin baik, jadi tidak ada batasan kapan harus mulai, namun saat kita sudah mulai, nikmati suasana spiritualnya, karena disana ada ketenangan, kesejukan bathin dan keikhlasan, yang akan membuat jiwa raga yang sudah renta menjadi lebih sehat.

Umur tidak bisa diduga, tapi para manula yang menembus usia diatas 80 tahun, ternyata menikmati kehidupannya dengan baik, mereka mempunyai indikator kenyamanan dengan 3 hal utama, yakni tidur enak, makan enak dan (maaf) BAB enak. Semua itu bisa dicapai jika kita punya semangat spiritual yang baik, berpikir positif, memaafkan semua kesalahan orang, mencintai rutinitas harian, dan bahkan bersyukur atas semua kesempatan yang sudah diraih selama ini. Cara ini, akan membuat kita meninggalkan kenangan baik bagi lingkungan dan keluarga, serta mewariskan ilmu dan harta yang bermanfaat bagi orang sekitar.

Itu semua merupakan rangkuman penting yang saya dapat dari seorang manula yang saat ini masih aktif bekerja dengan keikhlasan yang luar biasa.

Kuasai harta untuk diri sendiri

Jika hanya membaca judulnya saja, kelihatannya kita egois ya? Sebenarnya tidak ada pikiran untuk menjadi egois, atau pelit. Judul di atas justru terinspirasi oleh beberapa kasus yang terjadi secara nyata, dimana saya dengar sendiri seorang manula yang bercerita tentang pengalamannya yang merasa diabaikan oleh anak-anaknya, sehingga harus kesepian. Ditambah lagi harta satu satunya yang mereka punya dikuasai oleh anak-anaknya, dan dijual untuk kepentingan anak-anaknya, sementara itu tidak ada anak-anaknya yang mau mengurus dirinya. Cerita ini seperti cerita drama sinetron saja, padahal dalam dunia nyata hal itu benar benar terjadi. Silahkan cari di google, dengan kata kunci orang tua yang ditelantarkan anaknya, maka akan muncul berbagai drama yang menyedihkan… hiks..

Pada kesempatan lain, istri saya cerita bahwa dia berjumpa dengan seorang manula yang punya harta cukup berlimpah dan di kunjungi anak-anaknya secara rutin, lalu saat istri saya bertanya resepnya, sehingga saya jadi terinspirasi untuk berbagi disini. Nah ayo kita simak cerita dibawah ini…

Sebut saja manula ini, bernama Ny. A, yang kebetulan cukup punya harta berupa properti yang menghasilkan nafkah lumayan banyak, sehingga atas semua kelebihan tersebut, Ny. A, secara rutin mengirimkan uang bulanan kepada anak-anaknya. Lalu yang terjadi justru Ny. A sangat kesepian, karena tidak pernah lagi anak-anaknya mau berkunjung kerumah, sekedar menyapa atau menemani. Atas situasi tersebut, akhirnya Ny. A menghentikan kegiatan rutin mengirim uang bulanan, dan sebagai konsekuensinya, seluruh anak-anaknya langsung menelpon dan mengunjunginya untuk “menagih uang bulanan” tersebut. Kesempatan ini tentu saja dimanfaatkan oleh Ny. A untuk mengundang mereka kerumah, mengajak mereka makan bersama dan bermain dengan cucu-cucunya. Lalu saat acara selesai, barulah disiapkan uang tunai sebagai uang saku atas kunjungan cucu-cucunya tersebut. Hasilnya sungguh luar biasa, karena ternyata sang cucu jadi ketagihan untuk datang secara rutin bergantian mengunjungi Ny. A, dan sejak saat itu, tidak ada lagi uang bulanan, tapi yang ada adalah kunjungan rutin yang menghibur setiap minggu.

Memahami pola pikir komersial seperti di atas, bukan hal yang salah bagi Ny. A untuk memanfaatkan kemampuan ekonominya guna mengatasi rasa kesepian. Namun ada kisah nyata yang menarik dari Singapura, dimana seorang ayah terpaksa menjadi gelandangan karena diusir oleh anaknya dari apartemen mewah miliknya sendiri yang sudah diwariskan kepada anak lelakinya, sehingga mendorong PM Singapura saat itu, Lee Kuan Yeuw mengeluarkan dekrit “Larangan kepada para orangtua untuk tidak mewariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal”.

Jadi pesannya jelas, bahwa harta yang sudah kita kumpulkan sedari muda, tidak boleh seluruhnya dibagikan atau diwariskan ketika kita masih hidup.

Kuasai harta untuk diri sendiri, jangan pernah membagi harta kepada anak, sebelum waktunya, karena anak punya kesempatan sendiri untuk membangun kehidupannya, tugas orang tua hanya membantu mereka meraih kehidupan dengan baik.

Selain itu, proses waris bisa dikembangkan menjadi pola “jual-beli” yang ringan dan memudahkan anak-anak untuk merintis kehidupan mereka sekaligus menjadi cara membangun hubungan baik dengan anak-anak. Salah satu saran bagus yang pernah diceritakan oleh seorang manula adalah, dengan “menjual” propertinya kepada anak-anaknya dengan cara kredit, dimana jumlah cicilan disepakat sesuai dengan kemampuan masing masing anak, dan cicilan harus dibayar tunai secara berkala, sehingga setiap bulan selalu ada anak-anak yang berkunjung untuk membayar cicilan tersebut, dan uangnya bisa untuk biaya hidup, atau untuk membeli oleh-oleh untuk cucu-cucu tersayang, tanpa harus kehilangan harga diri sebagai orang tua…  ini juga cara cerdas yang pantas untuk ditiru.

Cara cara luar biasa di atas, mungkin terlihat mudah bagi orang tua yang punya aset berupa properti, namun bagi orang tua yang tidak punya harta, ceritanya jadi berbeda. Itu sebabnya pendekatan spiritual sangat diperlukan, dan orang tua bisa menjadi sumber inspirasi jika punya suatu “kelebihan spiritual” misalnya sebagai tempat konsultasi bagi anak anaknya, dan juga menjadi “penjaga” ketentraman rumah anak-anaknya.

Cara cara diatas, sebenarnya tidak perlu terjadi, jika kita bisa membesarkan anak-anak kita dengan pemahaman spiritual yang baik, sehingga anak anak punya nilai etika sesuai dengan ajaran agama yang tidak pernah ada anak menelantarkan orang tuanya. Cara di atas, hanya menjadi contoh, jika ada diantara pembaca mengalami situasi buruk dalam menghadapi hubungan dengan anak-anaknya, dan hal ini bukan mustahil bisa terjadi pada siapa saja, karena anak adalah kertas putih yang polos pada awalnya, namun dengan berjalannya waktu, segalanya bisa berubah, dimana lingkungan baru, rumah tangga baru, pengaruh baru, dan perubahan jaman telah membuat dunia juga berubah… begitu juga masa depan kita….

Semoga bermanfaat.

Bersahabat dengan teman lama

Silaturahmi merupakan salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kita, karena memperluas jaringan pertemanan, bisa menjadi kegiatan keseharian, memperluas sumber rejeki, memperpanjang usia, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, dan berbagai manfaat lainnya, simak manfaatnya disini.

Apalagi saat ini, jaman teknologi digital telah memudahkan kita semua untuk saling mengenali dan berinteraksi. Kebahagiaan saat masa kanak kanak, bisa di ungkap lagi dan bahkan bisa jadi penghilang jarak antara status sosial yang berbeda. Saat kita menjadi tua, tidak ada lagi yang mau mendengarkan kisah kita, kecuali teman atau mereka yang sama sama hidup pada jamannya. Ungkapan ini saya dengar langsung saat saya bertemu dengan para manula baik yang di panti werda maupun para manula yang berada di lingkungan keluarga, dan lingkungan teman teman kita sendiri.

Persahabatan adalah kebutuhan mahluk sosial seperti kita. Tanpa teman, hidup terasa asing, dan saya sendiri merasakan bahwa saat pertemuan dengan teman, malah sedapat mungkin kita membangun hubungan komunikasi yang semakin akrab, saling percaya dan bisa juga meningkat menjadi hubungan bisnis atau lebih dari itu, bisa jadi hubungan keluarga jika sampai besanan… ha..ha..ha…

Sahabat baru dan teman lama, sebenarnya sama saja, karena pada pertemuan di usia yang sudah semakin tua, ingatan masa lalu tentang sahabat kita itu, belum tentu sama dengan saat ini. Perbedaan status sosial, perbedaan latar belakang pendidikan, perbedaan lingkungan pergaulan, perubahan tingkat spiritualitasnya, dan masih banyak perbedaan lain yang akan merubah teman lama kita menjadi “orang baru” yang sama sekali berbeda. Itu sebabnya, saya melihat teman lama itu sama juga dengan teman baru, namun yang ingin saya tekankan disini adalah kesamaan usia, dimana kita sudah melalui “zona waktu” yang relatif sama, sehingga ada kemungkinan kita bisa melalui hari tua bersama sama, dengan alasan yang sederhana, bahwa: silaturahmi-mlc

Bersahabat dengan teman teman lama, itu penting karena hanya mereka yang akan tersisa, untuk menemani kita mengisi kegiatan sehari haris, saat kita semua semakin tua.

Dalam sebuah kesempatan kunjungan saya ke sebuah panti werda pada beberapa tahun yang telah lalu, saya menjumpai bahwa para manula ini sangat senang bertemu dengan mereka yang seusia, dan mereka bisa bersahabat, termasuk juga bermusuhan hanya gara gara cemburu jika ngobrol tidak ditanggapi oleh temannya…. sampai disini, bisa kita bayangkan bahwa dunia manula sebenarnya sama saja seperti dunia kita saat kanak kanak dulu, karena pekerjaan kita hanya bermain, makan dan istirahat saja.

Pada kesempatan berbeda, saya juga sempat bertemu dengan seorang manula yang setiap hari ditempatkan diteras oleh keluarganya, dan saat waktu makan dirawat dengan baik dan teratur, namun terlihat bahwa dia sangat kesepian. Saat kita sapa, terlihat raut wajah senang, namun bingung karena tidak tahu siapa yang menyapa, dan mau ngomong apa?

Dari uraian tentang manula di atas, saya merasa bahwa kita semua juga akan jadi manula seperti mereka, hanya saja situasinya harus kita rancang sejak sekarang, supaya hari tua bisa di isi dengan lingkungan baru yang penuh semangat dan persahabatan yang saling melengkapi, sehingga hari tua bisa di isi dengan kegiatan yang menyehatkan dan bermanfaat bagi tubuh dan akal kita.

Itu sebabnya, bersahabat dengan teman teman lama, akan lebih kuat manfaatnya karena kita punya masa lalu yang sama, dan bisa jadi bahan cerita yang diulang ulang tanpa pernah bosan. Oleh karena itu, ayo kita mulai bangun hubungan masa depan dengan merintisnya sejak sekarang melalui ikatan alumni, ikatan profesi dan ikatan komunitas lain yang akan mengisi hari hari tua dengan berbagai kegiatan positif selama hayat dikandung badan.

Semoga bermanfaat….