Izin Impor Bibit Tanaman

Selamat pagi semuanya…. pada akhir Maret 2017, minggu lalu, saya baca posting di group Komunitas Hoktikultura Indonesia, yang menulis tentang lada Thekkan dari Kalkuta India. Menarik sekali lihat malai buah majemuknya yang bergerombol lebat sekali, lalu saya coba cari supplier bibitnya di Indonesia, termasuk cari info di group WA Komunitas Lada Indonesia yang di kelola pak Affifi Djafar, dan ternyata belum ada bibit yang beredar di Indonesia.

Oleh karena terbatasnya informasi dari komunitas lada, maka saya coba cari sendiri supplier bibit lada Thekkan ini. Hasilnya saya temukan orang India yang menjadi importir di Thailand, Namanya Ganesh Nok, yang merespon dengan cepat pertanyaan saya di wall facebooknya. Jadilah kita chatting sebentar lewat facebook messenger, lanjut komunikasi via Line dan sempat melakukan voice call, hingga akhirnya lanjut via email, seperti dibawah ini:

Terus terang info menarik ini saya sebarluaskan kepada komunitas lada, dan dapat sambutan bagus, hanya saja sepertinya admin kurang berkenan karena mungkin belum saatnya untuk membahas soal impor bibit. Situasi yang kurang berkesan seperti ini justru mendorong saya untuk mengurai jaringan pembibit yang selama ini sudah sering kerjasama dan berhasil mengimpor  500 bibit aneka ragam kurma kuljar, yang tiba dengan selamat kepada para pembelinya yang numpang sebagai group buyer.  Alhamdulillah sekarang kurmanya sudah tumbuh subur…

Mengingat pernah ada pengalaman impor bibit kurma bersama rekan komunitas kurma, maka saya coba jelajahi proses yang sama dengan mereka, semoga bisa berjalan seperti dulu. Sayangnya belum ada informasi baru yang saya dapatkan, jadi saya coba tanya saja langsung sumber yang saya anggap kompeten. 

Oleh karena rasa penasaran yang terus saja menggoda, maka saya coba menggali lebih jauh seperti apa sih selukbeluknya proses impor bibit…? 

Nah ini hasil pencarian saya hari ini, senin 3 April 2017….

Awalnya, sejak hari Sabtu, 1 April 2017, saya berhubungan dengan teman teman alumni STAN83, yang biasanya  ada yang menjabat di kantor kantor kementerian. Akhirnya saya teringat dengan sobat Firmanuddin yang secara kebetulan per 1 April 2017, justru sudah kembali kekantor lama di BPKP. Namun jaringan persahabatan beliau dengan rekan rekan Deptan, ternyata sangat erat, karena terbukti dalam hitungan jam, beliau sudah bisa memberi saya satu nama pejabat penting eselon 2 di deptan, yakni Prof Erizal Jamal, selaku Kepala Pusat Perijinan dan PVT (Perlindungan Varietas Tanaman), Deptan, di Ged. Deptan, Ragunan.

Saya bersyukur bisa ketemu orang orang hebat yang mau berbuat baik bagi negeri ini. Sambutan hangat dan tanpa birokrasi yang rumit, membuka kesempatan saya untuk diterima beliau pukul 8.30, didalam ruang kantornya. Tak lupa beliau juga melibatkan jajaran dibawahnya, pak Abdul Rauf dan ibu Sriyati yang mengetahui proses perijinan.

Setelah panjang lebar saya ceritakan latar belakang dan tujuan saya hadir disana, beliau memberikan penjelasan dan dukungannya untuk melibatkan kantor deptan di wilayah Jawa Tengah untuk ikut membantu pengembangan pertanian dilingkungan desa Cilongok, Balapulang, Tegal. Jadi bukan lagi sekedar bicara soal prosedur impor bibit, tapi malah meluas sampai pada pengembangan pertanian di pedesaan.

Namun begitu, hari ini saya akan berbagi mengenai prosedur impor bibit tanaman, dimana izin pemasukan dan pengeluarab sumber daya genetik (SDG) tanaman, diatur dalam Permentan berikut ini:

  • No.37/Permentan/OT.140/07/2011 Tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Tanaman.
  • Permentan No.117/Permentan/HK.300/11/2013 Tentang Pelayanan Perijinan Pertanian Secara Online.

Menariknya, saya juga baru tahu kalo sejak tahun 2013, sudah diterapkan pelayanan permohonan secara online melalui link berikut ini:

http://perizinan.pertanian.go.id/

Yups…. makin keren saja nih kantor pemerintah kita. Jadi sebagai apresiasinya, saya coba sampaikan di blog saya berbagai info terkait prosedur ini, supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pemasukan SDG

Impor SDG = Sumber Daya Genetik, bisa diajukan oleh pemohon, baik itu perorangan, instansi pemerintah, atau badan hukum, yang dilakukan secara online, sesuai formulir model-14 pada lampiran Permentan No.37/2017, dilengkapi dengan info sbb:

  1. Nama dan alamat lengkap pemohon.
  2. Fotocopy  KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  3. Akta Pendirian dan Perubahannya
  4. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  5. Jenis, wujud dan jumlah SDG yang di impor
  6. Proposal Penelitian atau Koleksi
  7. Ruang lingkup kegiatan perorangan WNI atau badan hukum Indonesia yang bersangkutan.
  8. Lokasi asal SDG
  9. Institusi dari negara asal yang memberikan SDG
  10. Informasi lain terkait introduksi atau importasi bibit ke Indonesia.

Selain memenuhi ketentuan di atas, pemasukan SDG harus dilakukan dengan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang karantina tumbuhan.

Tarif: GRATIS

Dalam memberikan izin pemasukan SDG tanaman, Kepala Badan Litbang Pertanian memperhatikan saran dan pertimbangan Komisi Nasional SDG.

Selanjutnya… Tatacara Memperoleh Ijin akan saya sampaikan dengan rincian berikut ini:

I. Pendaftaran On Line

  1. Buka link http://perizinan.pertanian.go.id/ lalu pilih menu SDG Tanaman.
  2. Klik menu REGISTRASI
  3. Isi data perusahaab dan alamat emaik yang aktif untuk mendapatkan password, lalu klik SIMPAN.
  4. Login menggunakan username alamat emaik yang di daftarkan dan password yang dikirim ke emaik terdaftar.
  5. Pilih menu PERUSAHAAN, klik menu edit, untuk melengkapi data pemohon, klik SIMPAN.
  6. Upload persyaratan administrasi yang sudah di scan sesuai asli.
  7. Pada menu STATUS klik TIDAK AKTIF, pilih modul permohonan perizinan yang akan diajukan dengan melakukan checkbox, lalu klik KIRIM.
  8. Pemohon datang ke loket Pusat PVTPP untuk verifikasi keaslian dan kelengkapan dokumen.
  9. Bila sudah sesuai, akun akan diaktifkan dan pemohon sudah menerima Hak Akses dab daoat mengajukan permohonan secara online.

II. Pengajuan Permohonan

  1. Pemohon mengajukan permohonan tertulis secara online dilengkap persyaratan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian melalui Kepala Pusat PVTPP.
  2. Kepala Pusat PVTPP paling lama 3 (tiga) hari kerja memeriksa dokumen dan memberi jawaban menolak atau menerima.
  3. Permohonan yang diterima oleh Kepala Pusat PVTPP disampaikan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian untuk mendapatkan izin pemasukan SDG dan dalam jangka waktu  10 (sepuluh) hari kerja menerima atau menolak permohonan dengan memperhatikan saran dan pertimbangan Komnas SDG.
  4. Jika permohonan diterima, izin pemasukan SDG oleh Kepala Badan Litbang Pertanian disampaikan kepada pemohon melalui Kepala Pusat PVTPP dengan tembusan Kepala Badan Karantina Pertanian.

Demikian sedikit uraian mengenai proses importasi bibit tanaman dari luar negeri ke Indonesia.

Jika ada hal yang kurang jelas, bisa langsung menghubungi SMS Center 081281068805, email: pvt@pertanian.go.id  dan jika mau lebih jelas lagi bisa mampir ke websitenya Deptan di http://pvtpp.setjen.pertanian.go.id/

Semoga informasi diatas bermanfaat…

Salam..

Pelihara Kesehatan Sejak Muda

Pernah terbayang jika anda menjadi orang tua yang sudah renta, sedang sakit dan tidak bisa bergerak sendiri tanpa bantuan orang lain? Walaupun tidak semua orang beruntung punya tubuh yang sehat dan lengkap sejak lahir, namun pada umumnya setiap manusia lahir dengan segala kesempurnaannya, dan puncak kesehatan manusia adalah ketika kita tumbuh menjadi dewasa muda. Jadi jangan heran kalo anak muda suka petentang pententeng nantangin duel atau adu kekuatan fisik. Padahal fisik itu yang akan terus semakin rapuh serta tidak lagi mampu mendukung kemauan alam pikiran yang bisa terus menjelajahi alam semesta, atau bisa juga akhirnya  pikiran itu terperangkap dalam tubuh yang sakit. Jangan sampai hanya gara gara duel fisik, tubuh yang mudah dan sehat menjadi cidera dan cacat, apalagi sampai menimbulkan penderitaan bertahun tahun, alangkah sedihnya harus kehilangan kesehatan justru ketika kita sedang berada di usia produktif.

Memelihara kesehatan sejak muda, bisa dilakukan dengan menjaga gaya hidup yang sehat, hindari kebiasaan yang akan mengancam kesehatan, apalagi sampai melakukan kegiatan yang beresiko mencederai fisik. Kesehatan menjadi faktor penting untuk bisa menikmati kehidupan ini, kegagalan menjaga tubuh tetap sehat, akan menjadi perangkap atas penderitaan lahir bathin sepanjang hayat. Banyak orang yang berkelakar, bahwa saat muda kita tidak bisa makan enak karena tak punya uang, saat punya uang malah sudah dilarang makan enak karena alasan kesehatan. Hidup itu penuh ironi, jadi menikmati kehidupan itu juga salah satu faktor penentu dalam menjaga kesehatan.

Apabila anda sudah merasa terlambat untuk menjaga tubuh yang sudah renta dan terlanjut sakit, maka pesan di atas sebenarnya juga belum terlambat. Menjaga kesehatan tubuh yang tersisa, juga perlu agar tidak semakin parah atau bahkan menjadi  sakit yang berkelanjutan. Jika tubuh ini sakit, kenali masalahnya dan lakukan langkah tepat agar kesehatan tubuh bisa bertahan lebih lama.

Mengapa harus mempertahankan kesehatan selama mungkin…?

Karena, walaupun umur ditangan Tuhan, tapi tidak ada orang yang  mau punya umur panjang tapi dalam keadaan sakit-sakitan. Jadi menjaga kesetahan sejak muda, adalah salah satu cara untuk bertahan sehat sampai akhir hayat. Tubuh sehat juga bagian dari kebahagiaan yang harus kita raih, jangan pernah membiarkan pekerjaan mengendalikan kehidupan kita sehingga harus kehilangan kesehatan. Menjaga kesehatan harus dimulai dengan memahami kondisi tubuh, mengenali sinyal alarm tubuh yang dengan setia memberikan alert melalui pesan pesan sederhana, seperti rasa sakit pada bagian tubuh, rasa pening, penglihatan yang kabur, kesemutan pada anggota tubuh, rasa nyeri pada bagian tertentu, rasa ngilu pada gerakan tertentu, atau gejala lain yang terkesan remeh dan tidak mempengaruhi kegiatan kita.

Pesan pesan yang disampaikan oleh tubuh, sebenarnya sudah kita ketahui sejak kita bayi. Itu sebabnya bayi menangis saat lapar, haus, sakit atau merasa tidak nyaman, tidak aman dan bahkan jika berada di lingkungan asing. Sinyal-sinyal semacam itu terkesan remeh dan tidak penting, namun pada kenyataannya, rasa kesemutan yang ringat, bisa berarti tanda tanda adanya syarat yang mengalami gangguan akibat aliran darah yang kurang lancar. Bahkan penyakit jantung, yang membunuh manusia dengan seketika juga bukan tanpa peringatan. Rasa sakit itu sudah terasa sejak awal gejala pertama terjadi, hanya saja banyak orang yang kurang peka memperhatikan sinyal tersebut, sehingga bisa terjadi kita mengalami stroke tanpa pernah memperhatikan tanda tanda tersebut.

Hidup sehat juga bisa dimulai melalui pergaulan dengan orang orang sehat, mereka yang suka merokok, tentu harus kita hindari jika kita tidak ingin merokok, dan bagi yang sudah jadi perokok, tentu bisa berusaha menghentikan kebiasaan buruknya, dengan mencari lingkungan pergaulan yang bebas rokok.

Semua hal yang saya tulis di atas, merupakan kajian yang saya peroleh dari obrolan ringan saat membesuk rekan rekan yang sedang sakit. Mereka umumnya bercerita tentang latar belakang penyakitnya, dan mereka juga sadar bahwa kualitas hidupnya menurun, dan terancam ketika mereka mengabaikan sinyal tanda kesehatan sedang terganggu. Oleh karena itu, ayo kita hindari risiko kesehatan yang lebih buruk dengan menjaga kesehatan sejak sekarang, dan lebih baik lagi jika kita menyadarinya sejak kita muda.

Semoga bermanfaat…

Pelihara Kesehatan sejak muda

Kesehatan adalah sebuah pilihan, banyak dari kita yang mengandalkan petugas medis untuk menjaga kesehatan kita, bahkan ada juga orang yang tidak peduli dengan kesehatan karena bagi mereka urusan sehat itu sudah takdirnya dari yang Maha Kuasa.

Ada sedikit nasihat yang saya peroleh dari seorang kawan, bahwa kesehatan itu perlu dijaga, karena yang punya roh kita tentu tidak ingin mempertahankan roh itu pada tubuh yang rusak atau sakit. Bisa dibayangkan jika anda tetap bertahan hidup dengan penderitaan berkepanjangan karena sakit yang tidak pernah sembuh?

Kesempatan terbaik dalam memelihara kesehatan, adalah ketika kita masih muda, karena saat itu, tubuh akan tumbuh dewasa dalam keadaan yang terbaik. Kesehatan akan semakin buruk jika kita tidak memahami tanda-tanda alam bahwa kesehatan kita akan menurun saat tua nanti. Kesempatan untuk tetap sehat dimasa tua, harus dipersiapkan dengan baik, karena sejatinya tidak ada orang tua yang tidak pernah sakit, mereka hanya mengelola hatinya, agar rasa sakit itu tidak merongrong kebahagiaan mereka, sementara fisik akan terus mengalami penuaan dan akhirnya juga akan terlalu tua untuk bertahan hidup.

Pelihara Kesehatan sejak muda, jaga gaya hidup yang sehat, hindari kebiasaan yang akan mengancam kesehatan. Memang umur ditangan Tuhan, tapi anda tidak mau kan punya umur panjang tapi sakit-sakitan.

Nikmati suasana spiritual

Pernah terpikir kapan kita wafat…?

Tentu saja tidak ada yang tahu, apalagi merencanakannya, tapi sebenarnya, semua orang akan mati dengan berbagai cara dan gaya, ha..ha..ha..  Bener loh, ada yang takut mati, tapi gak bisa menolak kalo waktunya sudah tiba. Perencanaan untuk mati, hanya dimaksudkan untuk membekali diri dengan amal sholeh, agar saat masuk akhirat nanti, kita mendapatkan tempat yang layak di sisiNya. Namun begitu, setiap orang akan mati dengan meninggalkan kenangan dan warisan harta benda yang tersisa. Oleh karena itu, banyak orang tua yang mulai mendalami agama ketika sudah manula, hanya untuk membuat hati menjadi lebih nyaman dan tenang saat ajal menyapa.

Sebegitu terlambatkah jika kita mulai ketika kita tua… ?

Tidak ada kata terlambat, nikmati suasana spiritual, mendalami agama dan kepercayaan masing masing, untuk mendekatkan diri menuju akhirat, karena sejatinya kita sedang dalam antrian menunggu panggilanNya.

Setiap orang boleh merencanakan akhiratnya kapan saja, semakin muda semakin baik, jadi tidak ada batasan kapan harus mulai, namun saat kita sudah mulai, nikmati suasana spiritualnya, karena disana ada ketenangan, kesejukan bathin dan keikhlasan, yang akan membuat jiwa raga yang sudah renta menjadi lebih sehat.

Umur tidak bisa diduga, tapi para manula yang menembus usia diatas 80 tahun, ternyata menikmati kehidupannya dengan baik, mereka mempunyai indikator kenyamanan dengan 3 hal utama, yakni tidur enak, makan enak dan (maaf) BAB enak. Semua itu bisa dicapai jika kita punya semangat spiritual yang baik, berpikir positif, memaafkan semua kesalahan orang, mencintai rutinitas harian, dan bahkan bersyukur atas semua kesempatan yang sudah diraih selama ini. Cara ini, akan membuat kita meninggalkan kenangan baik bagi lingkungan dan keluarga, serta mewariskan ilmu dan harta yang bermanfaat bagi orang sekitar.

Itu semua merupakan rangkuman penting yang saya dapat dari seorang manula yang saat ini masih aktif bekerja dengan keikhlasan yang luar biasa.

Kuasai harta untuk diri sendiri

Jika hanya membaca judulnya saja, kelihatannya kita egois ya? Sebenarnya tidak ada pikiran untuk menjadi egois, atau pelit. Judul di atas justru terinspirasi oleh beberapa kasus yang terjadi secara nyata, dimana saya dengar sendiri seorang manula yang bercerita tentang pengalamannya yang merasa diabaikan oleh anak-anaknya, sehingga harus kesepian. Ditambah lagi harta satu satunya yang mereka punya dikuasai oleh anak-anaknya, dan dijual untuk kepentingan anak-anaknya, sementara itu tidak ada anak-anaknya yang mau mengurus dirinya. Cerita ini seperti cerita drama sinetron saja, padahal dalam dunia nyata hal itu benar benar terjadi. Silahkan cari di google, dengan kata kunci orang tua yang ditelantarkan anaknya, maka akan muncul berbagai drama yang menyedihkan… hiks..

Pada kesempatan lain, istri saya cerita bahwa dia berjumpa dengan seorang manula yang punya harta cukup berlimpah dan di kunjungi anak-anaknya secara rutin, lalu saat istri saya bertanya resepnya, sehingga saya jadi terinspirasi untuk berbagi disini. Nah ayo kita simak cerita dibawah ini…

Sebut saja manula ini, bernama Ny. A, yang kebetulan cukup punya harta berupa properti yang menghasilkan nafkah lumayan banyak, sehingga atas semua kelebihan tersebut, Ny. A, secara rutin mengirimkan uang bulanan kepada anak-anaknya. Lalu yang terjadi justru Ny. A sangat kesepian, karena tidak pernah lagi anak-anaknya mau berkunjung kerumah, sekedar menyapa atau menemani. Atas situasi tersebut, akhirnya Ny. A menghentikan kegiatan rutin mengirim uang bulanan, dan sebagai konsekuensinya, seluruh anak-anaknya langsung menelpon dan mengunjunginya untuk “menagih uang bulanan” tersebut. Kesempatan ini tentu saja dimanfaatkan oleh Ny. A untuk mengundang mereka kerumah, mengajak mereka makan bersama dan bermain dengan cucu-cucunya. Lalu saat acara selesai, barulah disiapkan uang tunai sebagai uang saku atas kunjungan cucu-cucunya tersebut. Hasilnya sungguh luar biasa, karena ternyata sang cucu jadi ketagihan untuk datang secara rutin bergantian mengunjungi Ny. A, dan sejak saat itu, tidak ada lagi uang bulanan, tapi yang ada adalah kunjungan rutin yang menghibur setiap minggu.

Memahami pola pikir komersial seperti di atas, bukan hal yang salah bagi Ny. A untuk memanfaatkan kemampuan ekonominya guna mengatasi rasa kesepian. Namun ada kisah nyata yang menarik dari Singapura, dimana seorang ayah terpaksa menjadi gelandangan karena diusir oleh anaknya dari apartemen mewah miliknya sendiri yang sudah diwariskan kepada anak lelakinya, sehingga mendorong PM Singapura saat itu, Lee Kuan Yeuw mengeluarkan dekrit “Larangan kepada para orangtua untuk tidak mewariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal”.

Jadi pesannya jelas, bahwa harta yang sudah kita kumpulkan sedari muda, tidak boleh seluruhnya dibagikan atau diwariskan ketika kita masih hidup.

Kuasai harta untuk diri sendiri, jangan pernah membagi harta kepada anak, sebelum waktunya, karena anak punya kesempatan sendiri untuk membangun kehidupannya, tugas orang tua hanya membantu mereka meraih kehidupan dengan baik.

Selain itu, proses waris bisa dikembangkan menjadi pola “jual-beli” yang ringan dan memudahkan anak-anak untuk merintis kehidupan mereka sekaligus menjadi cara membangun hubungan baik dengan anak-anak. Salah satu saran bagus yang pernah diceritakan oleh seorang manula adalah, dengan “menjual” propertinya kepada anak-anaknya dengan cara kredit, dimana jumlah cicilan disepakat sesuai dengan kemampuan masing masing anak, dan cicilan harus dibayar tunai secara berkala, sehingga setiap bulan selalu ada anak-anak yang berkunjung untuk membayar cicilan tersebut, dan uangnya bisa untuk biaya hidup, atau untuk membeli oleh-oleh untuk cucu-cucu tersayang, tanpa harus kehilangan harga diri sebagai orang tua…  ini juga cara cerdas yang pantas untuk ditiru.

Cara cara luar biasa di atas, mungkin terlihat mudah bagi orang tua yang punya aset berupa properti, namun bagi orang tua yang tidak punya harta, ceritanya jadi berbeda. Itu sebabnya pendekatan spiritual sangat diperlukan, dan orang tua bisa menjadi sumber inspirasi jika punya suatu “kelebihan spiritual” misalnya sebagai tempat konsultasi bagi anak anaknya, dan juga menjadi “penjaga” ketentraman rumah anak-anaknya.

Cara cara diatas, sebenarnya tidak perlu terjadi, jika kita bisa membesarkan anak-anak kita dengan pemahaman spiritual yang baik, sehingga anak anak punya nilai etika sesuai dengan ajaran agama yang tidak pernah ada anak menelantarkan orang tuanya. Cara di atas, hanya menjadi contoh, jika ada diantara pembaca mengalami situasi buruk dalam menghadapi hubungan dengan anak-anaknya, dan hal ini bukan mustahil bisa terjadi pada siapa saja, karena anak adalah kertas putih yang polos pada awalnya, namun dengan berjalannya waktu, segalanya bisa berubah, dimana lingkungan baru, rumah tangga baru, pengaruh baru, dan perubahan jaman telah membuat dunia juga berubah… begitu juga masa depan kita….

Semoga bermanfaat.

Bersahabat dengan teman lama

Silaturahmi merupakan salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kita, karena memperluas jaringan pertemanan, bisa menjadi kegiatan keseharian, memperluas sumber rejeki, memperpanjang usia, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, dan berbagai manfaat lainnya, simak manfaatnya disini.

Apalagi saat ini, jaman teknologi digital telah memudahkan kita semua untuk saling mengenali dan berinteraksi. Kebahagiaan saat masa kanak kanak, bisa di ungkap lagi dan bahkan bisa jadi penghilang jarak antara status sosial yang berbeda. Saat kita menjadi tua, tidak ada lagi yang mau mendengarkan kisah kita, kecuali teman atau mereka yang sama sama hidup pada jamannya. Ungkapan ini saya dengar langsung saat saya bertemu dengan para manula baik yang di panti werda maupun para manula yang berada di lingkungan keluarga, dan lingkungan teman teman kita sendiri.

Persahabatan adalah kebutuhan mahluk sosial seperti kita. Tanpa teman, hidup terasa asing, dan saya sendiri merasakan bahwa saat pertemuan dengan teman, malah sedapat mungkin kita membangun hubungan komunikasi yang semakin akrab, saling percaya dan bisa juga meningkat menjadi hubungan bisnis atau lebih dari itu, bisa jadi hubungan keluarga jika sampai besanan… ha..ha..ha…

Sahabat baru dan teman lama, sebenarnya sama saja, karena pada pertemuan di usia yang sudah semakin tua, ingatan masa lalu tentang sahabat kita itu, belum tentu sama dengan saat ini. Perbedaan status sosial, perbedaan latar belakang pendidikan, perbedaan lingkungan pergaulan, perubahan tingkat spiritualitasnya, dan masih banyak perbedaan lain yang akan merubah teman lama kita menjadi “orang baru” yang sama sekali berbeda. Itu sebabnya, saya melihat teman lama itu sama juga dengan teman baru, namun yang ingin saya tekankan disini adalah kesamaan usia, dimana kita sudah melalui “zona waktu” yang relatif sama, sehingga ada kemungkinan kita bisa melalui hari tua bersama sama, dengan alasan yang sederhana, bahwa: silaturahmi-mlc

Bersahabat dengan teman teman lama, itu penting karena hanya mereka yang akan tersisa, untuk menemani kita mengisi kegiatan sehari haris, saat kita semua semakin tua.

Dalam sebuah kesempatan kunjungan saya ke sebuah panti werda pada beberapa tahun yang telah lalu, saya menjumpai bahwa para manula ini sangat senang bertemu dengan mereka yang seusia, dan mereka bisa bersahabat, termasuk juga bermusuhan hanya gara gara cemburu jika ngobrol tidak ditanggapi oleh temannya…. sampai disini, bisa kita bayangkan bahwa dunia manula sebenarnya sama saja seperti dunia kita saat kanak kanak dulu, karena pekerjaan kita hanya bermain, makan dan istirahat saja.

Pada kesempatan berbeda, saya juga sempat bertemu dengan seorang manula yang setiap hari ditempatkan diteras oleh keluarganya, dan saat waktu makan dirawat dengan baik dan teratur, namun terlihat bahwa dia sangat kesepian. Saat kita sapa, terlihat raut wajah senang, namun bingung karena tidak tahu siapa yang menyapa, dan mau ngomong apa?

Dari uraian tentang manula di atas, saya merasa bahwa kita semua juga akan jadi manula seperti mereka, hanya saja situasinya harus kita rancang sejak sekarang, supaya hari tua bisa di isi dengan lingkungan baru yang penuh semangat dan persahabatan yang saling melengkapi, sehingga hari tua bisa di isi dengan kegiatan yang menyehatkan dan bermanfaat bagi tubuh dan akal kita.

Itu sebabnya, bersahabat dengan teman teman lama, akan lebih kuat manfaatnya karena kita punya masa lalu yang sama, dan bisa jadi bahan cerita yang diulang ulang tanpa pernah bosan. Oleh karena itu, ayo kita mulai bangun hubungan masa depan dengan merintisnya sejak sekarang melalui ikatan alumni, ikatan profesi dan ikatan komunitas lain yang akan mengisi hari hari tua dengan berbagai kegiatan positif selama hayat dikandung badan.

Semoga bermanfaat….

 

Menabung dalam bentuk properti

Banyak orang salah mengartikan TABUNGAN, karena pada dasarnya semua orang punya tabungan di bank, atau bahkan di dalam celengan ayam, hal ini bukan berarti mereka sedang mempersiapkan masa depan, karena sejatinya uang dalam rekening tabungan, bukan lah menabung, tapi seperti isi dompet, yang setiap saat akan kita gunakan untuk membiayai aktivitas kehidupan kita sehari hari.

Jadi definisi menabung, bukan sekedar menaruh uang di bank, tetapi merupakan kegiatan mencadangkan sebagian penghasilan kita untuk membiayai pengeluaran di masa depan. Artinya setiap rupiah yang kita sisihkan, memiliki tujuan tertentu, misalnya kita menyisihkan uang untuk perbaikan kendaraan, atau untuk membeli kendaraan baru. Jadi menabung artinya adalah menyisihkan penghasilan untuk mengantisipasi kebutuhan dimasa depan yang memang sudah kita rencanakan.

Banyak kebutuhan masa depan yang harus disiapkan, antara lain, untuk keperluan sekolah, keperluan papan, dan keperluan lain seperti saat sakit, liburan, kegiatan keluarga, dsb. Begitu banyak kebutuhan yang harus dipersiapkan sehingga bisa jadi seluruh penghasilan kita akan habis semuanya dan tidak ada lagi sisa yang bisa kita nikmati. Jadi menabung itu, juga akan mendorong kita untuk menentukan masa depan kita dengan mengatur pengeluaran, dan tentu saja merencanakan karir kita agar penghasilan terus meningkat dan mampu menutup kebutuhan sehari hari dan kebutuhan untuk MENABUNG.

Menabung dalam bentuk properti, merupakan salah satu bentuk investasi yang paling bagus, karena nilainya pasti akan selalu meningkat, dan saat dibutuhkan bisa menjadi penyelamat kualitas hidup kita dimasa tua.

Singkat kata, saya akan jelaskan soal cara mengelola penghasilan supaya bisa menabung, karena sejak kita mulai bekerja sebenarnya, sudah ada penghasilan untuk persiapan menabung. Saya yakin, bahwa banyak anak muda saat ini yang sudah bekerja saat mereka masih tinggal bersama orang tuanya, bahkan masih mengandalkan tumpangan orang tua saat sudah berumah tangga. Saya sendiri mengalaminya, selama setahun penuh masih tinggal bersama mertua, padahal saya juga sudah punya penghasilan sejak masih kuliah pada tahun kedua.

Saat itu, uang yang kita hasilkan sebenarnya hanya digunakan untuk transportasi dan makan siang saja. Saat itu, acara hiburan seperti nonton bioskop, traktir teman, atau jalan jalan sudah jauh saya hindari, karena hanya akan menggerus penghasilan. Uang yang tersisa, sudah pasti bisa di ukur, karena pengeluaran rutin akan terbentuk sesuai dengan gaya hidup yang kita tetapkan. Nah saat saya menikah, seluruh uang yang saya terima menjadi hak istri, dan saya hanya mengambil sesuai keperluan operasional sehari hari, dan jika ada kekurangan, tentu akan menggerus kebutuhan rumah tangga, namun tidak ada pengeluaran kontrak rumah, karena masih tinggal dengan mertua. Penghematan semacam ini, bukan berarti kita punya uang lebih untuk menaikan gaya hidup, tapi justru karena tidak ada pengeluaran sewa, maka kita punya kesempatan untuk menabung, minimal sebesar uang sewa yang kita hemat, untuk persiapan membeli rumah sendiri. Apalagi jika rumah sudah disediakan oleh orang tua, maka kita tidak perlu lagi mencicil rumah, namun untuk keperluan investasi, maka sebaiknya kita tetap menyisihkan uang untuk di alokasikan dalam bentuk properti, karena sejatinya properti adalah salah satu bentuk tabungan yang nilainya selalu naik (capital gain) dan merupakan jaminan masa depan paling aman.

Banyak rekan rekan yang baru bekerja berkisah, bahwa uang penghasilannya habis untuk operasional sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk dicadangkan bagi keperluan investasi. Apa benar…?

Jika melihat gaya hidup hedonis, tentu saja uang itu akan habis, karena mereka membeli keperluan sehari hari di toko mahal, dan hanya minum air putih dari botol kemasan, belum lagi makan dari kantin kantor yang juga mahal, dan masih memberikan tip buat OB yang membantu membeli makanan tersebut. Padahal, kita bisa banyak menghemat jika kita membawa makanan yang dipersiapkan sendiri dari rumah, minum air dari fasilitas kantor yang jelas jelas gratis.. he..he..he…

Kenyataannya, kok kayak orang pelit banget ya..?

Sebenarnya tidak pelit, karena dari penghasilan tersebut, tentu saja sudah ada yang disisihkan untuk kegiatan sosial dan zakat, jadi tidak perlu merasa seperti orang yang pelit. Namun banyak anak muda yang merasa sudah sangat lelah ketika harus bekerja sampai malam hari dan tidak punya lagi waktu untuk mempersiapkan masakan sendiri, apalagi menyempatkan diri untuk belanja keperluan rumah tangga dari pasar murah.

Menjawab keluhan di atas, saya hanya berkomentar, bahwa jika anda sudah bekerja sepanjang hari dengan penghasilan yang rendah, berarti anda bekerja ditempat yang salah, sudah waktunya cari pekerjaan baru yang penghasilannya lebih baik. Hal ini biasa dilakukan oleh orang muda yang punya karir cemerlang. Oleh karena itu, bekerjalah dengan baik, supaya bisa minta naik gaji kepada atasan, atau cari kerja diperusahaan lain yang bisa membayar gaji lebih mahal.

Ada lagi yang mengatakan, bahwa dengan nilai tabungan yang sangat kecil, bagaimana mungkin saya memperoleh properti yang sekarang ini harganya sudah selangit?

Sebenarnya, harga properti memang akan terus naik, namun begitu banyak cara memperoleh properti dengan harga murah. Salah satu yang harus dipertimbangkan adalah, lokasi dan jenis propertinya. Untuk harga murah, kita bisa memilih properti dengan lokasi yang sederhana, misalnya diperkampungan dengan fasilitas jalan kecil yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Tentu saja hal ini, terkesan kurang sesuai harapan, namun sebenarnya potensi hunian di daerah perkampungan padat, sangat potensial, karena harganya yang relatif murah, dan bisa di jadikan tempat kost karyawan yang lumayan mahal.

Alternatif lain untuk memperoleh properti adalah dengan membeli properti dipinggiran kota dengan cara kolektif. Caranya dengan mengumpulkan sejumlah orang sahabat untuk patungan membeli tanah yang cukup luas untuk dibagi-bagi menjadi kavling yang lebih kecil. Cara ini seperti membeli rumah secara grosir, dan sudah tentu harganya akan relatif murah, karena membeli tanah yang luas akan memperoleh harga per meter yang relatif lebih murah, apalagi jika lokasinya didaerah pinggiran kota. Banyak orang yang takut membeli tanah luas karena tidak mampu membelinya, padahal tanah luas itu masih bisa dijual lagi dalam bentuk kavling lebih kecil dengan harga mahal, dan hasil keuntungannya bisa menjadi subsidi loh.

Jika alternatif tersebut di atas masih juga sulit untuk diperoleh, masih ada cara investasi lainnya yang relatif murah dan mudah, yakni dengan membeli properti berupa tanah sawah produktif di pedesaan, yang tanahnya relatif sangat murah namun bisa menghasilkan beras untuk keperluan konsumsi bulanan, yang juga akan menghemat pengeluaran. Investasi semacam ini sangat menguntungkan dalam jangka panjang, karena akan menghemat pengeluaran, sekaligus menambah penghasilan dari hasil panen yang diperoleh setahun bisa dua atau bahkan mencapai empat kali panen.

Berapa sih nilai tabungan untuk memperoleh properti seperti tersebut di atas, ayo kita hitung saja dengan harga pasaran tahun 2017 ya….

Contoh, tanah di desa jawa tengah, ukuran 3000m, masih bisa diperoleh dengan harga @Rp30ribu, sehingga tanah seluas itu bisa dibeli dengan harga hanya Rp90juta. Jika dibeli secara patungan dengan 5 orang, maka cukup hanya membayar Rp18juta, atau kalo kita mau menabung, paling tidak cukup Rp750ribu per bulan, selama 24 bulan saja. Murah kan…

Tanah ini, akan terus naik nilainya paling tidak 10% pertahun, sehingga kalo dalam 5 tahun kedepan akan dijual lagi, nilainya bisa mencapai Rp145jt, atau memperoleh capital gain sampai 60%, tentu saja kenaikan ini hanya estimasi saja. Pada prakteknya sangat tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Apabila lokasi tersebut dekat dengan pusat pembangunan, maka kenaikan akan lebih tinggi lagi, namun jika tidak ada pembangunan yang signifikan, maka kenaikannya tidak sebesar itu. Ciri ciri pembangunan yang bagus, bisa terlihat pada kondisi jalan sekitar lokasi, semakin dekat jalan, dan kualitas jalan yang semakin baik, akan semakin tinggi nilai propertinya. Apalagi jika di sepanjang jalan tersebut banyak bangunan baru dan semakin ramai.

Jadi memperoleh properti itu mudah, hanya saja kita seringkali melihat properti itu hanya dalam bentuk rumah hunian yang nyaman, mewah dan ditengah kota, padahal banyak properti di desa, di perkampungan tengah kota, dan juga di pinggiran kota yang punya potensi pertumbuhan sangat baik untuk dibeli. Properti juga bisa dibeli secara patungan, karena saat ini banyak tanah atau rumah tua yang tanahnya luas, namun karena harus dijual seluruhnya, maka harganya jadi tidak terjangkau. Namun jika kita ajak teman dekat untuk membeli secara patungan, maka properti tersebut bisa dipecah jadi beberapa kavling yang siap dibangun dengan harga lebih murah dan sesuai dengan budget masing masing.

Rangkaian cerita di atas, merupakan rangkuman dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain, yang menjadi tempat saya berguru.

Semoga bermanfaat….